Operasi Plastik dan Mengubah Wajah di Mata Tompi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bedah plastik. yourmomhatesthis.com

    Ilustrasi bedah plastik. yourmomhatesthis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendapat soal wajah ideal itu tak selalu sama. Dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi memiliki pandangan yang berbeda seputar rekonstruksi wajah dengan para dokter bedah plastik Korea Selatan soal mendapatkan wajah ideal.

    "Itu berbeda, cara saya melihat filosofi saya dengan dokter di Korea. Mereka sudah punya datanya, berapa jarak matanya yang ideal, panjang hidung yang ideal, sudah ada pemetaannya," ujar Tompi.

    Dokter yang juga musisi itu mengaku lebih memilih operasi plastik untuk menyempurnakan bentuk wajah pasien yang sudah ada dibanding mengoperasi wajah untuk mendapatkan hasil ideal seperti diharapkan.

    Baca juga:
    Ingin Cantik dengan Operasi Plastik, Pahami Pula Bahayanya

    "Dia (dokter Korea) akan operasi mendekati itu. Jadi mirip semua mukanya. Saya beranggapan Tuhan menciptakan semua orang cantik dengan karakternya masing-masing, tinggal perawatannya. Intinya, gimana caranya membuat lebih cantik, bukan mengubah si A jadi si C. Jadi enggak perlu ubah semuanya, nanti enggak punya karakter lagi," lanjutnya.

    Pelantun "Menghujam Jantungku" itu bercerita tentang beberapa pasien yang datang padanya dengan menunjukkan sebuah gambar dan meminta untuk dioperasi menyerupai model tersebut. Padahal, Tompi mengatakan untuk mengubah bentuk wajah tidak bisa hanya dilakukan pada satu titik saja.

    Dokter Tompi. Instagram

    "Banyak orang yang beranggapan dengan operasi satu titik, semuanya akan berubah. Operasi hidung minta seperti Nicholas Saputra. Ya hidungnya mirip, tapi kan mukanya enggak. Jadi sama hidungnya doang, enggak membuat look sama. Yang terpenting adalah harmoninya," ujar personel Trio Lestari itu.

    Tompi mengatakan sejumlah orang beranggapan wajah atau tubuh sempurna adalah seperti yang ditampilkan oleh para model di Instagram dan majalah.

    "Yang namanya foto di Photoshop, semuanya sempurna, yang hidungnya gede bisa jadi kecil. Itu yang bikin pasien ekspektasinya tinggi. Padahal aslinya kan enggak, orangnya masih miring juga aslinya," ujar pelantun "Ramadhan" itu.

    Dia melanjutkan, "Saya enggak pernah menjadikan muka model sebagai acuan. Makanya kalau sama saya, kalau mau konsultasi, datang lalu ngobrol. Kita lihat kayak gimana bagusnya, based dari apa yang dia punya sekarang. Itu yang coba kita adjust."

    Artikel lain:
    Tren Operasi Plastik 2019, Permak Hidung Pakai Tulang Iga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.