Deodoran Bikin Ketiak Bruntusan, Segera Hentikan Pemakaian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengenakan deodorant. Shutterstock.com

    Ilustrasi mengenakan deodorant. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang suka mengalami bruntusan atau muncul bisul kecil seusai menggunakan deodoran, segera hentikan penggunaan produk penghilang bau badan itu.

    "Berhentikan dulu. Biarkan kulit pulih dulu selama beberapa minggu," ujar dermatolog dari Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Melyawati Hermawan.

    Artikel terkait:
    Pakai Deodoran Lebih Baik Malam Hari, Ini Alasannya
    Kandungan Garam Aluminium di Deodoran Picu Kanker Payudara

    Menurut dokter yang akrab disapa Mely itu, bruntusan menjadi pertanda kulit tidak nyaman dengan produk deodoran yang digunakan. Selain bruntusan, perhatikan kondisi ketiak, apakah terasa gatal, panas, hingga warna kulit merah bahkan hitam? Jika iya, berarti kulit mengalami iritasi dan bisa jadi tergolong sensitif.

    ADVERTISEMENT

    Pada kulit yang sensitif, peradangan lebih mudah terjadi. Sebaiknya pilih produk yang tidak mengandung parfum, paraben, lanolin, dan propylene glycol karena memicu iritasi.

    "(Kandungan) parfum paling sering menimbulkan iritasi, efek terbakar kalau terlalu kuat kandungannya. Tetapi, memang keluhan orang berbeda-beda," kata Mely.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?