Pakai Deodoran Lebih Baik Malam Hari, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi deodoran. Shutterstock

    Ilustrasi deodoran. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang biasa memakai deodoran di pagi hari sebelum beraktivitas, perhatikan hal berikut. Pemakaian produk deodoran di ketiak untuk menghilangkan bau badan ternyata lebih baik dilakukan pada malam. Demikian saran ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Melyawati Hermawan.

    "Pengolesan deodoran bagusnya pada malam hari saat (tubuh) sudah istirahat sejenak, ketiak sudah kering. Produksi keringat sedikit," ujar Melyawati.

    Baca juga:
    Awas, 3 Cara Pakai Deodoran Ini Berdampak Buruk pada Kesehatan

    Dokter yang akrab disapa Mely itu mengatakan pemakaian deodoran pada malam haribertujuan agar tidak banyak keringat yang keluar ke permukaan kulit ketiak pada pagi hari.

    "Deodoran bisa masuk sempurna karena kondisi kita lebih tenang (pada malam hari). Saat pakai produk deodoran di atas kulit ketiak, targetnya ke kelenjar keringat bukan ke kulit. Paginya, bilas tidak apa-apa karena produk sudah masuk ke kelenjar," kata Mely.

    Namun, Mely tidak menampik kemunculan rasa tidak percaya diri pada seseorang saat harus keluar rumah pada pagi hari tanpa mengenakan deodoran. Mely menambahkan pemakaian deodoran akan lebih sempurna saat kondisi kulit telah kering. Jika Anda mengaplikasikannya saat kulit basah, dapat timbul risiko iritasi.

    Artikel lain:
    Deodoran Picu Kanker Payudara? Simak Kata Ilmuwan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.