Tingkatkan Daya Ingat Lansia dengan Olahraga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lansia berkebun. shutterstock.com

    Ilustrasi lansia berkebun. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli fisiologi olahraga menyebutkan olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu meningkatkan memori seseorang. Manfaatnya tidak terkecuali, termasuk peningkatan fungsi kognitif ingatan pada lanjut usia (lansia).

    "Memori memang bisa ditingkatkan sampai usia kapan saja. Untuk lanjut usia, maka olahraga bisa merangsang enzim seperti senam otak," kata Dr. Jajat Darajat Kusumah Negara, S.Pd M.Kes, AIFO.

    Namun, Jajat tidak menyarankan lansia untuk melakukan olahraga berintensitas tinggi. Olahraga berintensitas rendah seperti aerobik lebih disarankan untuk lansia dan melakukannya dengan frekuensi yang optimum.

    "Olahraga dengan intensitas rendah dan frekuensi yang optimum bisa menstimulasi memori bagi lanjut usia," katanya.

    Baca juga:
    Saran Dokter agar Lansia Terhindar dari Demensia
    Pilihan Terbaik Lansia Ikut Anak atau Panti Jompo Seperti NH Dini

    Penelitian sebelumnya juga mengungkapkan olahraga permainan yang membutuhkan kerja otak untuk berpikir dapat membantu meningkatkan memori pada seseorang hingga usia lanjut. Olahraga yang membutuhkan berpikir, seperti bulu tangkis, sepak bola, futsal, basket, tenis, dan lainnya membutuhkan kerja otak yang berkolerasi dengan otot-otot fisik.

    Sementara olahraga yang sifatnya atletik, seperti lari, cenderung hanya menggunakan otot.

    Penelitian Jajat terkait futsal bagi remaja juga terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif seperti atensi dan memori pada anak. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, futsal yang dilakukan secara teratur dan tidak berlebihan dapat mengendalikan ketahanan stres pada remaja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.