Cerdas Memilih Suplemen, Ini Saran Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua suplemen aman dikonsumsi. Para peneliti mengingatkan, konsumsi suplemen mengandung kalsium dan vitamin D bisa berbahaya untuk tubuh, salah satunya meningkatkan risiko stroke.

    Untuk sampai pada kesimpulan ini, seperti dilansir Medical Daily, peneliti dari West Virginia University School of Medicine di Amerika Serikat menganalisis data dari 277 uji coba yang mengeksplorasi efek berbagai suplemen gizi dan diet. Analisis ini juga mencakup tingkat kematian dan prevalensi penyakit kardiovaskular.

    Baca juga:
    Cuma Flu, Tak perlu Minum Suplemen. Ini Kata Pakar

     

    Analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine itu menunjukkan hanya asam folat dan Omega-3 yang efektif untuk meningkatkan kesehatan. Konsumsi asam folat berhubungan dengan rendahnya risiko terkena stroke, sementara Omega-3 bisa mengurangi kemungkinan serangan jantung dan penyakit jantung koroner.

    Di sisi lain, konsumsi suplemen mengandung kalsium, vitamin D, multivitamin, zat besi, betakaroten, dan antioksidan tidak berpengaruh pada mortalitas atau hasil kardiovaskular. Tim peneliti juga menganalisis tentang kontribusi diet pada kesehatan jantung.

    Mereka menemukan konsumsi lebih sedikit garam ternyata efektif mengurangi risiko kematian terkait masalah kardiovaskular. Jenis diet lain, termasuk diet rendah lemak, diet Mediterania, dan asupan minyak ikan yang tinggi, tidak berpengaruh.

    "Mengurangi asupan garam dikaitkan dengan meningkatkan kelangsungan hidup secara keseluruhan dan mortalitas kardiovaskular," kata Safi Khan, salah satu peneliti studi. "Dalam berbagai penelitian, asupan garam yang rendah pada dasarnya mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular."

    Artikel lain:
    Olahraga Berlebihan Vs Kulit, Jangan Lupa Minum Suplemen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.