Gejala Skizofrenia, Ada yang Positif dan Negatif

Reporter

12_iptek_ilustrasiSkizofrenia

TEMPO.CO, Jakarta - Skizofrenia belakangan menjadi perhatian setelah ada wanita yang diduga penderita gangguan mental ini membawa anjing ke sebuah masjid di daerah Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.

Menurut dokter Tjin Willy, gejala tersebut merupakan gejala dari psikosis, yaitu kondisi di mana penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri. Skizofrenia sering disamakan dengan psikosis, padahal berbeda.

Baca juga:
Jangan Anggap Sepele Skizofrenia, Kenali Gejalanya sejak Awal

Psikosis hanya salah satu gejala dari beberapa gangguan mental, di antaranya skizofrenia. Berdasarkan badan kesehatan dunia atau WHO, diperkirakan lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia menderita skizofrenia. Penderita skizofrenia juga berisiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda.

Di samping itu, setengah penderita skizofrenia diketahui juga menderita gangguan mental lain, seperti penyalahgunaan NAPZA, depresi, dan gangguan kecemasan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2013, diperkirakan 1-2 orang setiap 1.000 penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, termasuk Skizofrenia, dan hampir 15 persen penderitanya mengalami pemasungan.

Dwi Putro, pelukis penyandang Skizofrenia, sedang melukis di sela-sela pameran tunggalnya yang bertajuk "1001 Lukisan Penyandang Skizofrenia Dwi Putro Memanusiakan Manusia". TEMPO/Yosep Arkian

Gejala awal skizofrenia umumnya muncul di masa remaja. Oleh karena itu, gejala awal ini sering disalahartikan karena dinilai wajar terjadi pada masa remaja. Pada pria, gejala awal muncul di usia 15-30 tahun. Sedangkan pada wanita, gejala biasanya menyerang kelompok usia 25-30 tahun.

Sejumlah gejala awal skizofrenia yaitu cenderung mengasingkan diri dari orang lain, mudah marah dan depresi, perubahan pola tidur, kurang konsentrasi dan motivasi, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. Gejala Skizofrenia dibagi menjadi dua kategori, yaitu positif dan negatif.

Gejala positif mengacu pada perilaku yang tidak tampak pada individu yang sehat. Pertama, halusinasi. Pada gejala ini, seseorang mengalami sesuatu yang terasa nyata, namun sebenarnya perasaan itu hanya ada di pikiran penderitanya. Misalnya, merasa mendengar sesuatu, padahal orang lain tidak mendengar apapun.

Kedua, delusi atau waham yang meyakini sesuatu yang bertolak belakang dengan kenyataan. Gejalanya beragam, mulai dari merasa diawasi, diikuti. Sebagian besar penderita Skizofrenia mengalami gejala ini.

Ketiga, kacau dalam berpikir dan berbicara. Gejala ini dapat diketahui dari kesulitan penderita dalam berbicara. Penderita Skizofrenia sulit berkonsentrasi, bahkan membaca koran atau menonton televisi saja terasa menyulitkan. Caranya berkomunikasi juga membingungkan sehingga sulit dimengerti oleh lawan bicaranya.

Keempat, perilaku kacau. Perilaku penderita Skizofrenia sulit diprediksi. Bahkan cara berpakaiannya juga tidak biasa. Secara tidak terduga, penderita dapat tiba-tiba berteriak dan marah tanpa alasan.

Sementara itu, gejala negatif mengacu pada hilangnya minat yang sebelumnya dimiliki oleh penderita. Gejala negatif dapat berlangsung beberapa tahun, sebelum penderita mengalami gejala awal.

Artikel lain:
Mengenali Gejala Skizofrenia pada Anak

Seringkali, hubungan penderita dan keluarga rusak akibat gejala negatif. Hal ini karena gejala negatif sering disalahartikan sebagai sikap malas atau tidak sopan. Gejala negatif umumnya muncul bertahap dan memburuk seiring waktu, di antaranya adalah respons emosional yang ganjil, seperti ekspresi wajah dan nada bicara yang tidak berubah (monoton), sulit untuk merasa senang atau puas, enggan bersosialisasi dan lebih memilih berdiam di rumah, kehilangan minat dan motivasi pada berbagai aktivitas, seperti menjalin hubungan atau berhubungan seks.

Penderita penyakit ini juga punya pola tidur yang berubah, merasa tidak nyaman berada dekat orang lain, dan tidak mau memulai percakapan serta tidak peduli pada penampilan dan kebersihan diri.






Mengenal Sindrom Fregoli, Gangguan Pengenalan Wajah

10 hari lalu

Mengenal Sindrom Fregoli, Gangguan Pengenalan Wajah

Sindrom fregoli adalah gangguan persepsi wajah-wajah yang tidak dikenal sehingga melahirkan identifikasi keliru dengan wajah-wajah yang lebih akrab.


Jangan Takut Konsultasi Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

19 hari lalu

Jangan Takut Konsultasi Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Masyarakat diminta tak takut melakukan konsultasi kepada psikiater untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi COVID-19.


Macam Gangguan Jiwa yang Dialami di Masa Pandemi

19 hari lalu

Macam Gangguan Jiwa yang Dialami di Masa Pandemi

Berbagai macam gangguan jiwa dialami banyak orang di masa pandemi Covid-19 sehingga masyarakat diimbau selalu menjaga kesehatan mental.


7 Jenis Waham Berlainan Gejala Delusi

24 hari lalu

7 Jenis Waham Berlainan Gejala Delusi

Waham menjadi bagian dari berbagai gangguan fisik maupun mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan paraphrenia


Apa Itu Kondisi Waham dan Penyebabnya?

24 hari lalu

Apa Itu Kondisi Waham dan Penyebabnya?

Waham atau delusi ditandai keyakinan atau pikiran yang bertentangan dengankenyataan atas unsur yang tidak berdasarkan logika


ODGJ yang Tendang Orang di Cipete Selatan Dibawa ke RSKD Duren Sakit

37 hari lalu

ODGJ yang Tendang Orang di Cipete Selatan Dibawa ke RSKD Duren Sakit

Sudin Sosial Jaksel menangani kasus ODGJ ini setelah ada warga ditendang dari sepeda motor di Cipete Selatan.


13 Agustus Hari Kidal Sedunia, Begini Asal Usulnya

43 hari lalu

13 Agustus Hari Kidal Sedunia, Begini Asal Usulnya

Penetapan 13 Agustus sebagai Hari Kidal Sedunia untuk merayakan keunikan dan perbedaan yang dimiliki oleh orang kidal.


Ledakan Menggelegar, Orang dengan Gangguan Jiwa Tewas Tersengat di Gardu Listrik

53 hari lalu

Ledakan Menggelegar, Orang dengan Gangguan Jiwa Tewas Tersengat di Gardu Listrik

Seorang pria dengan gangguan jiwa berinisial R (40) tewas tersengat di gardu listrik Jalan AA, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk.


Sulit Merasa Senang? Anda Mungkin Mengidap Anhedonia

21 Juli 2022

Sulit Merasa Senang? Anda Mungkin Mengidap Anhedonia

Anhedonia adalah ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan. Ini merupakan gejala umum dari depresi serta gangguan kesehatan mental.


Polisi: Penyebar Paham Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa

14 Juli 2022

Polisi: Penyebar Paham Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa

Pria asal Bekasi yang diduga menyebarkan paham dewa matahari di Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan.