Masyarakat Rusia Suka Busana Indonesia dengan Motif Tradisional

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi Ferry Sunarto untuk Festival Indonesia Moskow 2019 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu 3 Juli 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Koleksi Ferry Sunarto untuk Festival Indonesia Moskow 2019 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu 3 Juli 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Busana Indonesia ternyata sangat digemari oleh masyarakat Rusia, terutama yang memiliki motif-motif tradisional, seperti batik dan tenun. Ferry Sunarto, desainer yang sudah melakukan peragaan busana di Rusia selama tiga tahun berturut-turut, selalu mendapatkan respon yang positif.

    Ferry juga melihat busana Indonesia seperti apa yang digemari masyarakat Rusia. Ia sedang mempersiapkan peragaan busana keempatnya di Festival Indonesia Moskow

    “Saya mempelajari bagaimana caranya bisa menembus ke pasar internasional dan kain-kain apa yang disukai orang sana. Di tahun pertama saya masih belum terlalu tahu respon masyarakat Rusia seperti apa,” jelas Ferry. 

    Baca juga:
    Menyimak Gaya Busana yang Bakal Naik Daun di 2019

    “Saya sempat berkonsultasi dengan pakar kain, bagaimana budaya di Rusia. Mereka tidak suka warna-warna yang terlalu cerah, tapi sukanya warna pastel. Cocok banget, saya suka pakai warna-warna yang romantis,” lanjut Ferry.

    Dari tahun ke tahun, Ferry semakin penasaran mengenai tren di Rusia. Setelah membawa koleksi dengan motif batik Jawa, Ferry membawa tema Bali ke Rusia. 

    Koleksi Ferry Sunarto untuk Festival Indonesia Moskow 2019 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu 3 Juli 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Banyak orang Rusia yang mengenal Bali, jadi koleksi ini berhasil menarik perhatian. Namun Ferry ingin mencoba motif lain. Di 2018 dia mencoba menggunakan batik lagi dengan potongan yang lebih modern. Semua koleksinya diterima dengan baik oleh masyarakat Rusia.

    Ferry juga tidak hanya fokus pada koleksinya, namun dia menjadi koordinator untuk mode di festival ini dan membantu desainer-desainer lain agar bisa menyesuaikan koleksinya dengan pasar Rusia. 

    “Dari tahun ke tahun, saya lihat di sana mereka suka sesuatu yang lebih sophisticated. Mereka tidak suka sesuatu yang berat. Desainer harus menyesuaikan warna, desain, dan bahan sesuai dengan pasar di sana,” lanjut Ferry.

    Artikel lain:
    Busana Pelangi Taylor Swift Jadi Inspirasi Tren Musim Panas 2019

    Walaupun tidak suka bahan yang terlalu berat, bahan tebal kain tenun Indonesia ternyata cocok juga untuk musim dingin di Rusia.

    Untuk desain, masyarakat Rusia suka sesuatu yang elegan dan tidak memiliki terlalu banyak detail. Untuk motif busana Indonesia yang ditampilkan, masyarakat Rusia senang melihat sesuatu yang memiliki filosofi atau cerita. Ferry mengatakan motif yang digunakan sebaiknya memiliki filosofi atau latar belakang yang menyentuh agar bisa lebih menarik perhatian. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.