3 Tahap Awal yang Penting dalam Persiapan Pernikahan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan pernikahan adalah hal yang sangat penting. Agar persiapan pernikahan lancar, ada beberapa tahap awal yang perlu diperhatikan. Tahap awal ini sangat penting untuk dilakukan sebelum semua persiapan pernikahan.

    Hengki Wirawan, seorang pakar pernikahan, menjelaskan tiga tahap awal yang perlu dilakukan sebelum persiapan pernikahan.

    “Pertama itu niat dan tekad harus bulat. Tekad nikah harus ada, harus yakin dengan pasangan sekarang,” tutur Hengki Wirawan di Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.

    Artikel terkait:
    Alasan Anak Sekarang Pilih Gelar 2 Resepsi Pernikahan

    Hal kedua adalah restu dari orang tua. “Restu orang tua adalah suatu hal yang sangat penting. Saat sudah ada restu dari orang tua, Anda bisa mengetahui bila pernikahan akan dilakukan dengan cara tradisional, internasional, atau gabungan beberapa budaya,” lanjut Hengki.

    Ilustrasi pernikahan. reuters

    Pernikahan bukan hanya antara pengantin saja, tapi juga perlu diperhatikan antara keluarga. Karena itu, harus ada persetujuan dari kedua belah pihak mengenai pernikahan para calon pengantin.

    Setelah itu, hal ketiga yang perlu dilakukan adalah menentukan anggaran pernikahan. “Kalau semua itu sudah dilakukan, sekarang yang perlu diperhatikan adalah anggaran. Sebelum melakukan persiapan pernikahan yang lain, harus perhatikan dulu anggarannya,” jelas Hengki.

    Anggaran adalah suatu hal yang sensitif. Sebelum membahas detail lain mengenai perencanaan pernikahan, anggaran harus ditentukan terlebih dulu. Dengan ketiga tahap awal ini, persiapan pernikahan yang lain bisa berjalan lebih lancar.

    Baca juga:
    Tips agar Biaya Katering Pernikahan Tidak Bikin Bokek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.