Sebab Gelar Pernikahan Tradisional Lebih Mahal 30 Persen

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan tradisional. Shutterstock

    Ilustrasi pernikahan tradisional. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsep pernikahan menjadi suatu hal yang penting untuk diputuskan oleh para pengantin dan keluarga. Ada yang ingin menikah dengan cara tradisional, mengikuti semua adat dan upacara sesuai dengan budaya masing-masing, dan ada juga yang ingin menikah dengan cara modern atau internasional. Karena lebih banyak rangkaian acara, biaya pernikahan tradisional lebih tinggi dibanding pernikahan modern.

    “Kalau dari segi biaya, tradisional memang lebih mahal sekitar 30 persen dibanding internasional atau modern karena lebih banyak yang harus diperhatikan,” jelas Danny Iskandar, pakar pernikahan tradisional, di Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.

    Detail yang ada di pernikahan tradisional membutuhkan lebih banyak biaya. “Dari segi dekor, bunganya saja harus segar. Kalau dari adatnya, orang yang membantunya juga butuh lebih banyak, di acara harus ada yang bisa mengarahkan,” lanjut Danny.

    Baca juga:
    3 Mitos Paling Umum Tentang Pernikahan dan Faktanya
    Pesta Pernikahan yang Intim, Apa yang Harus Diperhatikan?

    Rangkaian acaranya juga lebih banyak. Walaupun lebih mahal, menikah dengan cara tradisional memiliki unsur-unsur budaya yang melekat pada identitas seseorang. Karena itu, masih banyak calon pengantin yang ingin menikah dengan adat tradisional.

    Danny mengungkapkan bahwa keputusan untuk menikah dengan adat tradisional juga terkadang jatuh pada busana pengantin yang ingin dipakai.

    “Banyak calon pengantin yang berpikir, pantas atau tidak menggunakan baju tradisional? Bila pantas, itu sering membuat klien menjadi lebih percaya diri untuk menikah dengan adat tradisional,” tutur Danny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.