Anggun Beda dengan Ibu Lain, Jujur Anaknya Tak Berbakat Menyanyi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggun C. Sasmi bersama putrinya di hari spesial untuk makan permen (Instagram)

    Anggun C. Sasmi bersama putrinya di hari spesial untuk makan permen (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Anggun Cipta Sasmi mengatakan anaknya, Kirana Cipta Montana, tidak berbakat dalam bernyanyi. Anggun juga tidak memaksakan Kirana untuk menjadi penyanyi. Bahkan dia mengatakan anaknya tidak bagus dalam bernyanyi.

    Baca: Anggun Punya Aturan Berbahasa ke Anak, Kalau Melanggar Dicuekin

    "Dia enggak ada bakat, ini ibunya ya yang bilang," kata Anggun di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin 1 Juli 2019. "Kalau biasanya orang tua lain, 'wah anak saya berbakat banget', jujur kalau anak saya enggak ada bakat."

    Pelantun lagu Deep Blue Sea ini, menuturkan Kirana berbakat di bidang seni lain. Anggun menjelaskan anaknya begitu berbakat dalam melukis dan hal-hal kreatif lainnya, tapi bukan bernyanyi. "Dia enggak bisa menyanyi," ucap Anggun.

    Anggun C. Sasmi mengunggah foto anaknya untuk pertama kali (Instagram)

    Yang jelas Anggun terus mendukung Kirana untuk mengembangkan diri, tanpa memaksa harus memiliki jalur yang sama seperti dirinya. Anggun mengajarkan putrinya untuk selalu bersyukur atas kehidupannya sekarang.

    Salah satu wujud syukur yang dilakukan Anggun ialah dengan berbagi. Dia akan menggelar Konser 30 Tahun Gemilang yang seluruh hasil penjualan tiketnya akan disumbangkan untuk pembangunan 100 sekolah yang terkena dampak bencana.

    Baca juga: Anggun C Sasmi ke Anak: Kamu Cantik, tapi Itu Tidak Penting

    Konser 30 Tahun Gemilang diadakan pada Jumat, 5 Juli 2019, di Tenis Indoor Senayan. Harga tiket konser Anggun ini dibagi dalam beberapa kategori. Untuk kategori Sumba dibanderol Rp 550 ribu, Lombok Rp 880 ribu, dan Donggala Rp 1,750 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.