Cegah Stunting, Ini yang Perlu Dilakukan Berbagai Pihak

Reporter

Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Stunting masih menjadi kasus yang perlu perhatian khusus di Tanah Air. Pencegahan stunting tak bisa hanya dilakukan oleh 1-2 pihak saja.

Pembicara dari Institut Gizi Indonesia (IGI), Profesor Fasli Jalal, menilai perlu pelibatan banyak pihak dalam upaya mencegah kekerdilan atau stunting di Tanah Air.

"Stunting merupakan masalah laten yang terjadi lama dan penanganan tidak bisa hanya oleh orang kesehatan saja atau pangan," katanya.

Ia memberi contoh ketika ada satu intervensi saja dalam mencegah stunting, seperti upaya menaikan usia persalinan dari 15 tahun menjadi 20 tahun, akan dapat menurunkan angka stunting hingga 20 persen.

"Yang bisa berperan di sini salah satunya adalah Kementerian Agama dan para pemangku adat agar anak tidak menikah di usia terlalu muda," katanya.

Baca juga:
Ahli Jelaskan Cara Tepat Menangani Bayi Stunting
Stunting Bukan Hanya Masalah Keluarga Kurang Mampu, Alasannya...

Selain itu, ia menilai pelibatan perguruan tinggi penting dalam pencegahan stunting. Ia menceritakan di Universitas Hasanudin Makassar dan beberapa perguruan tinggi lain, mahasiswa kedokteran diwajibkan mendampingi minimal satu ibu hamil sejak tahun pertama hingga usia anak dua tahun.

"Artinya, mahasiswa jadi orang tua asuh tempat berkonsultasi dan memastikan tumbuh kembang anak baik," ujarnya.

Fasli berharap ini bisa jadi contoh bagi perguruan tinggi lain, yaitu para mahasiswa berperan sebagai ibu asuh bagi perempuan yang hamil dan memberikan pendampingan. Tidak hanya itu, penanganan stunting juga butuh lintas sektor untuk membuat program pencegahan yang lebih relevan.

Ia juga berpesan kepada kepala daerah yang angka stunting tinggi tidak perlu malu karena yang penting adalah upaya untuk bisa menurunkan kasusnya karena ini merupakan investasi masa depan untuk menghadirkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.






Stunting Pengaruhi Kecerdasan Otak Anak, Cegah dengan Ini

1 hari lalu

Stunting Pengaruhi Kecerdasan Otak Anak, Cegah dengan Ini

Kekurangan gizi dan stunting tidak hanya berdampak penurunan berat badan, tetapi juga berkurangnya asupan energi ke otak anak.


Bulog Laksanakan Program Bulog Peduli Gizi

7 hari lalu

Bulog Laksanakan Program Bulog Peduli Gizi

Program Bulog Peduli Gizi akan terus berlangsung di berbagai daerah.


Bulog Salurkan Beras Fortivit untuk Turunkan Stunting di Kalbar

7 hari lalu

Bulog Salurkan Beras Fortivit untuk Turunkan Stunting di Kalbar

Bantuan diberikan untuk 50 ibu hamil kurang energi kronik dan 30 balita rawan gizi.


Cegah Stunting, Pastikan Kecukupan Protein Hewani pada Anak

8 hari lalu

Cegah Stunting, Pastikan Kecukupan Protein Hewani pada Anak

Dokter anak mengimbau orang tua memastikan kecukupan kebutuhan protein hewani anak untuk mencegah stunting.


Penyebab Pertumbuhan Anak Lamban dan Dampaknya

24 hari lalu

Penyebab Pertumbuhan Anak Lamban dan Dampaknya

Faltering growth adalah istilah yang digunakan untuk anak dengan pertumbuhan fisik yang lamban. Cek penyebab dan dampaknya.


Cegah Stunting dengan Imunisasi Lengkap

34 hari lalu

Cegah Stunting dengan Imunisasi Lengkap

Salah satu penyebab stunting itu penyakit, maka melengkapi imunisasi pada anak juga bisa berperan penting mencegahnya.


Makan Telur dan Ikan Setiap Hari Efektif Turunkan Stunting

34 hari lalu

Makan Telur dan Ikan Setiap Hari Efektif Turunkan Stunting

Gerakan makan telur dan ikan setiap hari efektif untuk mengejar target pemerintah menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.


Revitalisasi Lahan di Ancol, Upaya Cegah Stunting

36 hari lalu

Revitalisasi Lahan di Ancol, Upaya Cegah Stunting

Kelurahan Ancol menyiapkan program revitalisasi lahan terutama yang tidak produktif agar bisa dikembangkan untuk pertanian dan peternakan.


Cegah Kasus Stunting di Solo dengan Inovasi Baby Cafe Bintangku

38 hari lalu

Cegah Kasus Stunting di Solo dengan Inovasi Baby Cafe Bintangku

Kasus stunting di Kota Solo pada tahun 2022 tercatat sebesar 1,87 persen atau setara 494 bayi.


BKKBN Sebut Kaitan Pernikahan Dini dan Anak Stunting

44 hari lalu

BKKBN Sebut Kaitan Pernikahan Dini dan Anak Stunting

Pernikahan dini memperbesar risiko kematian ibu dan bayi, juga kemungkinan anak stunting karena kurang perhatian.