Komplikasi Penderita Diabetes karena Malas Minum Obat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Malas meminum obat menjadi salah satu penyebab umum penderita diabetes mengalami komplikasi. Begitu pendapat Ketua Umum PB PERKENI Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPDKEMD.

    "Merasa enakan sedikit lalu malas berobat. Padahal kalau berhenti berobat, gula darah naik lagi. Ini yang menyebabkan komplikasi," katanya.

    Tak hanya malas, ketakutan pada efek samping obat juga menjadi penyebab berikutnya. Beberapa pasien mengalami sejumlah efek samping seperti gangguan pencernaan, misalnya mual dan gatal.

    Baca juga:
    Diabetes Bukan Penyebab Kematian

    "Tetapi pada dasarnya pasien bisa mengenali masing-masing obat. Makanya, jangan berhenti berobat. Komunikasikan pada dokter mengenai keluhan, jangan langsung berhenti," kata dr. Rulli Rosandi, SpPD.

    Dia menekankan pengobatan diabetes sifatnya individual dan berjenjang sehingga perlu berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani.

    "Pasien diabetes berobat dalam tahapan berbeda. Ada yang belum kena komplikasi, ada yang sudah kena. Mulai dengan satu obat, kalau tidak cukup ditambah menjadi dua," tutur Rully.

    Artikel lain:
    Kelak, Diabetes Dapat Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh Manusia

    Diabetes menjadi salah satu penyebab utama kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan impotensi. Penyakit ini bisa dicegah, namun bila tidak ditangani tepat maka menyebabkan amputasi, disabilitas, hingga kematian.

    Pencegahan diabetes mulai dari gaya hidup sehat, seperti rutin beraktivitas fisik, konsumsi makanan dan minuman sesuai kebutuhan tubuh, menjaga berat badan sehat. Kalau pun sudah terlanjur terkena diabetes, pasien masih bisa menjaga penyakitnya agar tetap terkontrol, yakni dengan menerapkan gaya hidup sehat dan konsumsi obat antidiabetes sesuai anjuran dokter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.