4 Jenis Penyakit Kulit yang Bikin Gatal dan Ganggu Penampilan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita melihat/mengelus kulitnya. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita melihat/mengelus kulitnya. shutterstock.com



    #3. Dermatitis atopik

    Dermatitis atopik adalah penyakit kulit gatal dengan gejala kulit kering bersisik atau berkerak, ruam kecoklatan, dan timbul bintil-bintil berair serta meradang. Ruam kulit bisa muncul di berbagai bagian tubuh, namun umumnya di area lipatan siku, pergelangan tangan dan kaki, leher, serta dada. Rasa gatal biasanya lebih terasa pada malam hari.

    Penyakit kulit gatal jenis ini bukanlah penyakit menular. Pasalnya, dermatitis atopik disebabkan oleh kondisi genetik yang memengaruhi kemampuan perlindungan kulit terhadap bakteri, zat yang mengiritasi dan alergen (pemicu alergi).  Untuk mengatasi rasa gatal, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan resep obat yang tepat. 

    Upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kekambuhan penyakit ini gunkan pelembap, seperti losion dan krim, untuk kulit Anda. Namun hati-hati saat memilih jenis pelembap supaya tidak menimbukan reaksi alergi pada kulit. Coba kenali penyebab kondisi kulit gatal, misalnya cuaca panas dan banyak keringat, debu polusi, sensitivitas terhadap deterjen, dan sebagainya. Sebisa mungkin, hindari hal-hal yang memicu munculnya dermatitis atopik tersebut. Jangan mandi terlalu lama dan kurangi frekuensi mandi dengan air hangat supaya kulit tidak kering. Gunakan sabun dengan kandungan bahan kimia yang ringan dan mengandung pelembap.

    #4. Dermatitis kontak

    Penyakit kulit gatal lainnya adalah dermatitis kontak. Selain gatal-gatal, gejala yang muncul bisa berupa kulit kemerahan, timbul bentol atau lepuh, serta kulit sangat kering dan pecah-pecah. Gangguan tersebut timbul di area kulit yang bersentuhan langsung dengan zat pengiritasi atau alergen. 

    Benda-benda yang dapat menimbulkan dermatitis kontak karena alergi, antara lain perhiasan dari bahan logam tertentu, benda dari bahan latex, parfum, kandungan bahan kimia dalam produk-produk kecantikan dan perawatan kulit, serta getah dari tanaman tertentu.  Sedangkan bahan yang mengiritasi meliputi deterjen, pemutih, serta bahan-bahan kimia pembersih lainnya. 

    Gejala dermatitis kontak dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Untuk mengurangi rasa gatal, Anda bisa mengoleskan krim yang mengandung calamine atau mengonsumsi obat antihistamin. Hindari pula bahan-bahan yang mengiritasi kulit atau menimbulkan reaksi alergi agar dermatitis kontak tidak muncul kembali.

    Selain menimbulkan ketidaknyamanan, penampilan penderita juga bisa terganggu karena gejala penyakit kulit gatal seringkali timbul di area kulit yang terlihat oleh orang lain. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dan berobat ke dokter guna memperbaiki kondisi kulit Anda.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.