Peneliti: Mengobrol lewat Pesan Instan Baik buat Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp

    Ilustrasi WhatsApp

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian menunjukkan menghabiskan waktu di platform digital, khususnya pesan instan, memiliki manfaat untuk kesehatan mental penggunanya. Padahal banyak yang beranggapan berinteraksi lewat dunia maya tak baik buat jiwa dan raga.

    Penelitian berjudul "Psychosocial Outcomes Associated with Engagement with Online Chat Systems" yang dimuat di International Journal of Human-Computer Studies  itu menunjukkan berkirim pesan instan membuat seseorang jauh dari rasa kesepian.

    "Ada banyak perdebatan tentang apakah menghabiskan banyak waktu di media sosial buruk untuk kesejahteraan, tapi yang kami temukan tidak seburuk itu. Semakin banyak seseorang menghabiskan waktu di WhatsApp, semakin mereka merasa dekat dengan teman dan keluarga dan kualitas hubungan membaik," kata Profesor Linda Kaye dari Edge Hill University, dikutip dari laman NDTV.

    Baca juga:
    Kesepian Tak Hanya Membahayakan Kesehatan Mental tapi Juga Fisik
    4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Sehari-hari

    Mereka meminta 200 peserta, terdiri dari 158 perempuan dan 42 laki-laki berusia sekitar 24 tahun menggunakan WhatsApp selama periode penelitian. Mereka diminta menggunakan WhatsApp sekitar 55 menit sehari, terutama untuk obrolan dalam grup. Menurut studi tersebut, bergabung dengan grup membuat pengguna WhatsApp tidak terlalu kesepian.

    "Semakin erat ikatan persahabatan dan semakin besar seseorang merasa terhubung dengan grup WhatsApp, berhubungan secara positif terhadap kepercayaan diri dan kompetensi sosial," kata Kaye.

    Studi ini berusaha meneliti bagaimana faktor-faktor yang berkaitan dengan hubungan sosial berpengaruh terhadap penggunaan teknologi dan kesejahteraan psikososial. Menurut Kaye, teknologi seperti WhatsApp dapat berpengaruh terhadap hubungan sosial dan peluang komunikasi yang ada serta berpengaruh terhadap kesejahteraan penggunanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara