Isu Penolakan KB dan Praktik Pernikahan Dini di Harganas

Okky Asokawati. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2019 jatuh pada 29 Juni. Di Hari Keluarga Nasional ini, mantan model dan politisi Partai NasDem Okky Asokawati mengangkat isu mengenai penolakan Keluarga Berencana (KB) dan praktik pernikahan dini dan membuka diskusi mengenai isu tersebut. 

“Program KB harus semakin diintensifkan di masyarakat untuk pengendalian jumlah penduduk. Meskipun harus diakui ada resistensi di sebagian masyarakat kita,” tutur Okky Asokawati, Anggota Komisi IX DPR.

Dia melihat beberapa kelompok masyarakat yang menggunakan isu keagamaan sebagai basis penolakan KB. Isu tersebut juga sempat terjadi saat beberapa kelompok masyarakat menggunakan isu keagamaan sebagai basis penolakan vaksin untuk anak-anak.

Baca juga:
Dampak Besar dan Panjang Pernikahan Dini pada Perempuan

“Pemerintah harus menggandeng institusi keagamaan untuk menjelaskan urgensi KB, termasuk vaksin dari perspektif agama, agar masyarakat tenang dan tidak resah,” lanjut Okky.

Dia berharap institusi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul 'Ulama (NU), Muhammadiyah, dan organisasi lainnya bisa lebih intensif memberikan pencerahan pada masyarakat yang merasa resah. 

Edukasi mengenai KB juga masih minim. Okky melihat kelompok marginal, dari sisi ekonomi dan pendidikan, menjadi kelompok yang tidak tersentuh soal informasi, urgensi, dan akses KB. Kelompok ini yang seringkali memiliki banyak anak. Okky merasa akibatnya, berbagai masalah muncul khususnya soal kualitas hidup. 

Artikel lain:
Pernikahan Dini Sebabkan Gangguan Mental, Ini Kata Dokter

Selain mengenai KB, Okky juga ingin membuka diskusi mengenai pernikahan dini. Pemerintah harus merespon fenomena pernikahan dini yang terjadi di beberapa tempat di daerah, dengan memberikan edukasi pada masyarakat dan remaja.

“Berbagai stakeholder harus bersama-sama untuk mengedukasi masyarakat soal rentannya akibat pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak,” jelas Okky.

Meningkatkan pendidikan, sanitasi, dan gizi yang layak dapat membantu meningkatkan usia harapan hidup (UHH) masyarakat Indonesia. Buktinya, UHH masyarakat Indonesia meningkat dari tahun 2010 ke 2018, dari usia 69 tahun menjadi 71 tahun. 






Sosialisasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Perlu Terus Dilakukan

7 hari lalu

Sosialisasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Perlu Terus Dilakukan

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo terus ingatkan pentingnya sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan.


Cegah Pernikahan Dini, Puan Maharani Sosialisasi di Festival GenRe

34 hari lalu

Cegah Pernikahan Dini, Puan Maharani Sosialisasi di Festival GenRe

Puan berpesan bahwa Duta GenRe perlu melakukan sosialisasi kepada pemuda agar tidak melakukan pernikahan dini, tidak berhubungan seksual di usia muda maupun seks bebas, dan tidak menggunakan narkotika.


BKKBN Sebut Kaitan Pernikahan Dini dan Anak Stunting

42 hari lalu

BKKBN Sebut Kaitan Pernikahan Dini dan Anak Stunting

Pernikahan dini memperbesar risiko kematian ibu dan bayi, juga kemungkinan anak stunting karena kurang perhatian.


Ma'ruf Amin Kejar Target Balita Stunting Turun 60 Persen di 12 Provinsi Prioritas

4 Agustus 2022

Ma'ruf Amin Kejar Target Balita Stunting Turun 60 Persen di 12 Provinsi Prioritas

Wapres Ma'ruf Amin ingin penurunan stunting di daerah-daerah ini bisa dipercepat sehingga sehingga target prevalensi 14 persen pada 2024 tercapai.


Kiat Hubungan Suami Istri Tetap Lancar meski dalam Program Keluarga Berencana

29 Juni 2022

Kiat Hubungan Suami Istri Tetap Lancar meski dalam Program Keluarga Berencana

Pakar bagi tips hubungan suami istri tetap nyaman meski sedang menjalani program Keluarga Berencana. Berikut sarannya.


Cegah Stunting, Moeldoko Sebut 600 Ribu Personil BKKBN Dikerahkan

12 Mei 2022

Cegah Stunting, Moeldoko Sebut 600 Ribu Personil BKKBN Dikerahkan

Menurut Moeldoko tiga aktor utama yang berperan penting menyelesaikan permasalahan stunting ialah bidan, penggerak PKK dan kader Keluarga Berencana.


Pernikahan Dini Rentan Aneka Masalah, Berikut Dampaknya

11 Maret 2022

Pernikahan Dini Rentan Aneka Masalah, Berikut Dampaknya

Pernikahan dini membuat ruang untuk pengembangan diri menjadi terbatas. Fase remaja merupakan tahap penting untuk menggali potensi diri.


266 Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah Dini, KKN UNAIR Beri Edukasi Seks

9 Februari 2022

266 Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah Dini, KKN UNAIR Beri Edukasi Seks

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan sosialisasi pencegahan seks bebas dan pernikahan dini di Ponorogo.


Pasutri Muda Cina dengan 8 Anak Tewas, Warga Pertanyakan Pengawasan Program KB

12 Desember 2021

Pasutri Muda Cina dengan 8 Anak Tewas, Warga Pertanyakan Pengawasan Program KB

Pasangan suami-istri muda di Provinsi Jiangxi, Cina, tewas keracunan dengan meninggalkan delapan anak di tengah kebijakan ketat program KB


Arawinda Kirana Ingin Suarakan Keresahannya Soal Pernikahan Dini Lewat Film Yuni

7 Desember 2021

Arawinda Kirana Ingin Suarakan Keresahannya Soal Pernikahan Dini Lewat Film Yuni

Arawinda Kirana sejak dulu memiliki keresahan terutama tentang isu pernikahan dini yang kerap terjadi di Indonesia.