Kenali Perbedaan Hepatitis A, B, dan C, Apa Saja Gejalanya?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hepatitis A (sehatq.com)

    Ilustrasi hepatitis A (sehatq.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda bahwa jenis hepatitis yang paling umum adalah A, B, dan C? Hepatitis A menyebar melalui tinja orang yang terinfeksi, hepatitis B menyebar melalui cairan tubuh, dan hepatitis C menyebar melalui darah. Penting untuk diingat bahwa Anda tidak bisa mengalami hepatitis hanya dengan menyentuh seseorang yang terinfeksi.

    Baca juga: Waspadai Penularan Hepatitis A dari Hubungan Seks

    Seperti dilansir dari laman Cleveland Clinic, seseorang bisa tertular hepatitis A dari makan makanan atau minum air seseorang yang terinfeksi virus. Seseorang bisa tertular hepatitis B melalui banyak cara, termasuk berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi, berbagi jarum kotor, cedera akibat jarum suntik, ditransfer dari ibu ke anak yang belum lahir, dan kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

    Seorang ibu hamil yang terinfeksi memiliki kemungkinan besar untuk menularkan hepatitis B kepada anaknya selama atau setelah kelahiran. Semua wanita hamil harus menjalani pemeriksaan hepatitis B. Dalam waktu 12 jam kelahiran, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu menerima pengobatan dengan antibodi hepatitis B dan vaksin hepatitis B, yang dapat mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi.

    Sementara, seseorang bisa tertular hepatitis C dari berbagi jarum kotor, kontak langsung dengan darah yang terinfeksi, cedera akibat jarum suntik, dan berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi. Hepatitis B dan hepatitis C adalah infeksi virus yang menyerang hati, dan mereka memiliki gejala yang kurang lebih sama.

    Hepatitis B dan C memiliki gejala yang serupa pada tahap infeksi akut dan kronis. Melansir laman Medical News Today, gejala hepatitis B pada fase akut biasanya terjadi dalam waktu 6 bulan sejak mendapatkan paparan virus awal. Gejala-gejala termasuk urin kuning gelap, kelelahan, demam, nyeri sendi, mual, warna tinja yang pucat atau abu-abu, muntah, dan kulit atau mata menguning. Namun beberapa anak yang sangat muda dengan hepatitis B tidak mengalami gejala.

    Sekitar 15 hingga 25 persen orang dengan hepatitis B mendapatkan penyakit hati yang kronis, termasuk sirosis dan kanker hati. Hepatitis C akut dapat menyebabkan gejala yang sama dengan infeksi hepatitis B akut. Namun, hepatitis C lebih cenderung menjadi kondisi kronis dibandingkan hepatitis B. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka menderita hepatitis B atau C sampai mereka melakukan tes untuk kelainan darah lainnya. 

    Baca juga: Sakit Hepatitis, yang Kuning Bukan Kulitnya tapi...

    Sedangkan tanda dan gejala hepatitis A biasanya tidak muncul sampai beberapa minggu setelah terkena virus, seperti dilansir dari laman Mayo Clinic, tanda dan gejala hepatitis A adalah kelelahan, tiba-tiba mual dan muntah, nyeri perut atau ketidaknyamanan di sisi kanan atas di bawah tulang rusuk Anda, kehilangan selera makan, demam ringan, urin berwarna gelap, nyeri sendi, dan gatal-gatal. Gejala-gejala ini mungkin relatif ringan dan hilang dalam beberapa minggu. Namun, infeksi hepatitis A juga bisa mengakibatkan penyakit parah yang berlangsung beberapa bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.