Cara Mengenali Benjolan Tanda Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi periksa payudara. Shutterstock

    Ilustrasi periksa payudara. Shutterstock



    #1. Berdiri tegak. 
    Periksa bentuk dan permukaan kulit payudara, dan lihat apabila ada perubahan dari kondisi yang biasa.

    #2. Angkat kedua lengan ke atas, lalu tekuk siku dan posisikan kedua tangan di belakang kepala. Dorong siku ke arah depan, dan perhatikan jika ada perubahan pada payudara. Lalu, dorong siku ke arah belakang, dan perhatikan kembali bentuknya.

    #3. Posisikan tangan di pinggang. Setelah itu, condongkan bahu ke depan hingga payudara berada pada posisi menggantung. Lalu, dorong kedua siku kedepan dan kecangkan otot dada Anda.

    #4. Angkat lengan kiri ke atas, hingga tangan kiri bisa menyentuh bagian atas punggung. Lalu, dengan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara dan cermati hingga ke area ketiak. Periksa payudara dengan gerakan dari atas ke bawah, memutar, dan lurus dari arah tepi payudara ke puting. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan Anda.

    #5. Cubit kedua puting. Amati apabila ada cairan yang keluar dari puting. Jika ada, segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.

    #6. Letakkan bantal di bawah pundak kanan. Lakukan pemeriksaan ini dalam posisi tidur. Lalu, angkat lengan kanan dan kiri bergantian, dan periksa payudara secara menyeluruh seperti di atas.

    Bukan hanya kanker, benjolan di payudara juga bisa muncul karena kondisi lain seperti kista atau infeksi tertentu. Berikut ini kondisi lain yang bisa menimbulkan benjolan yang perlu Anda ketahui.

    #1. Kista payudara
    Berbeda dari benjolan akibat kanker payudara, benjolan karena kista akibat kelenjar susu yang melebar dan berisi cairan, akan terasa lebih halus, meski sama-sama keras jika disentuh. Ukurannya bisa besar atau kecil, dan jaringan yang mengelilingi benjolannya akan terasa lunak. Benjolan akibat kista bisa muncul, saat Anda sedang mengalami menstruasi. Benjolan ini akan mengecil saat menstruasi selesai.

    #2. Fibroadenoma
    Benjolan akibat fibroadenoma, memiliki konsistensi yang keras. Satu hal yang membedakannya dari tanda kanker payudara adalah, benjolan ini dapat dengan mudah digerakkan apabila ditekan.

    #3. Abses payudara
    Perbedaan benjolan pada payudara akibat kanker dengan abses adalah rasa sakit yang timbul. Abses akan menimbulkan rasa sakit, dan kulit yang berada di sekitar benjolan, terasa panas dan berwarna merah. Kondisi ini bisa muncul akibat infeksi dari bakteri, dan umum terjadi pada ibu menyusui.

    #4. Papiloma
    Papiloma merupakan gangguan yang terjadi pada kelenjar payudara. Bentuknya bisa menyerupai kutil, dan umumnya terletak di bawah puting. Kemunculan benjolan ini biasanya lebih dari satu, dan disertai oleh perdarahan.

    #5. Benturan
    Benturan yang timbul pada payudara akibat kecelakaan atau benturan yang keras, bisa menyebabkan rusaknya jaringan serta saraf di area tersebut. Kerusakan ini kemudian bisa menimbulkan benjolan sebagai tanda matinya jaringan atau saraf. Kondisi ini umumnya muncul disertai rasa nyeri hebat dan nanah. Selain itu, tekstur kulit payudara juga menjadi kasar.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.