Peneliti Sebut Kaitan Aktivitas di Alam dan Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berjalan-jalan dengan anak-anak dan cemilan. Shutterstock.com

    Ilustrasi berjalan-jalan dengan anak-anak dan cemilan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkegiatan di alam atau setidaknya berada di alam bagus untuk kesehatan mental. Akan tetapi, pahami dulu waktu yang dibutuhkan.

    Dalam sebuah penelitian, seperti dilansir dari Healthline, para peneliti mensurvei lebih dari 19.000 orang di Inggris tentang waktu rekreasi yang mereka habiskan di alam selama seminggu terakhir. Peneliti menemukan, orang-orang yang menghabiskan setidaknya 120 menit seminggu di alam meningkat kesehatan mental dan fisiknya ketimbang mereka yang tidak melakukannya.

    Baca juga:
    Kesepian Tak Hanya Membahayakan Kesehatan Mental tapi Juga Fisik
    Tahun 2019, Saatnya Lebih Peduli Kesehatan Mental

    Menurut mereka, temuan ini hanyalah langkah pertama agar orang menyisihkan waktu setiap minggu berada di alam terbuka. Penelitian lain memperlihatkan, orang-orang yang berolahraga selama lima menit di alam mengalami peningkatan suasana hati dan penghargaan atas diri sendiri.

    ADVERTISEMENT

    Carolyn Schuyler, pendiri dan direktur eksekutif Wildrock di Virginia, Amerika Serikat, melihat transformasi cepat semacam ini di antara orang dewasa yang memiliki pekerjaan yang sangat menegangkan.

    "Setelah satu jam berada di alam, mereka tertawa, mencari makanan dan mengumpulkan hal-hal seperti mereka berusia 5 tahun," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.