Manfaat Sering Liburan buat Kesehatan Jantung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi liburan bersama lansia (pixabay.com)

    ilustrasi liburan bersama lansia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meluangkan waktu untuk liburan tidak hanya membantu meredakan stres tetapi juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Begitu hasil sebuah penelitian dalam jurnal Psychology and Health.

    "Orang yang lebih sering berlibur dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah mengalami sindrom metabolik dan gejala metabolik," kata peneliti Bryce Hruska dari Syracuse University di Amerika Serikat, seperti dilansir Indian Express.

    Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jika memiliki sejumlah sindrom metabolik, Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

    Baca juga:
    Belum Berkemas Menjelang Liburan, Ikuti Tips Praktis Berikut
    Ingin Foto Liburan yang Oke di Instagram, Coba Tips Berikut

    ADVERTISEMENT

    Kepala Divisi Organisasi di Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) pernah mengatakan, sindrom metabolik mencakup lingkar perut di atas 90 cm (laki-laki) dan 80 cm (perempuan). Lalu, tekanan darah di atas 130/85 mmHg, HDL kolesterol di bawah 40 dan 50 (untuk perempuan), trigliserida di atas 150 dan gula darah puasa di atas 100.

    "Gejala metabolik dapat dimodifikasi, itu berarti mereka dapat dicegah atau dihilangkan," kata Hruska.

    ]Untuk penelitian ini, para peneliti melibatkan 63 orang karyawan yang memenuhi syarat untuk dibiayai berlibur. Mereka harus menjalani tes darah dan menyelesaikan wawancara untuk menilai perilaku berlibur dalam 12 bulan terakhir.

    Penemuan penelitian menunjukkan risiko sindrom metabolik menurun hampir seperempatnya, terutama untuk para partisipan yang menjalani liburan tambahan. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan orang untuk memanfaatkan waktu liburan yang tersedia.

    “Waktu liburan tersedia untuk hampir 80 persen karyawan, tetapi kurang dari setengahnya memanfaatkan semua waktu yang tersedia. Penelitian kami menunjukkan jika orang memanfaatkan yang sudah tersedia untuk mereka, maka ini bisa berguna untuk kesehatan yang nyata," tutur Hruska.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.