Jam Kerja yang Panjang Tingkatkan Risiko Stroke Hingga 45 Persen

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita kerja terburu-buru. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita kerja terburu-buru. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerja kerap melebihi jam kerja demi mendapatkan bonus atau penghasilan tambahan. Kadang jam kerja yang panjang sebagai dedikasi untuk proyek atau pekerjaan di kantor. Namun, riset terbaru menunjukkan jam kerja yang panjang dapat meningkatkan risiko stroke sampai 45 persen, terutama untuk orang-orang di bawah usia 50 tahun.

    Baca juga: Cara Efektif Perluas Jaringan Kerja

    Seperti diilansir dari laman Fox32, peneliti dari American Heart Association menemukan orang-orang yang memiliki jam kerja di atas 10 jam per hari selama 10 tahun atau lebih bisa memiliki risiko stroke yang jauh lebih tinggi. "Hubungan antara 10 tahun bekerja dengan jam kerja yang panjang dan stroke tampaknya lebih kuat untuk orang di bawah usia 50 tahun," kata penulis studi Alexis Descatha, yang juga seorang peneliti di Rumah Sakit Paris.

    Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang mempengaruhi lebih banyak orang yang memiliki jam kerja tetap. Studi-studi ini menemukan bahwa pemilik bisnis, CEO, petani, dan manajer tidak terlalu terpengaruh oleh jam kerja yang panjang, karena bisa membuat lebih banyak keputusan sendiri dan memiliki lebih banyak kontrol di tempat kerja. Sedangkan pegawai dengan jam kerja yang tetap sudah memiliki jam kerja yang cukup banyak, dan seringkali menambahkan jam kerjanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

    Namun, meningkatnya risiko stroke bukan satu-satunya efek samping negatif dari terlalu banyak bekerja. “Dalam 16 dari 22 studi yang membahas dampak kesehatan umum, lembur dikaitkan dengan persepsi kesehatan umum yang lebih buruk, peningkatan angka cedera, lebih banyak penyakit, atau peningkatan kematian,” lanjut Alexis Descatha.

    Jam kerja yang panjang juga dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang tidak sehat, peningkatan penggunaan alkohol dan merokok, dan kinerja yang lebih buruk. Sebab itu sangat penting untuk memperhatikan jam kerja. Hal ini terkait dengan biaya untuk mengobati penyakit-penyakit yang bisa terjadi akan jauh lebih mahal dari penghasilan tambahan yang didapatkan dari jam kerja yang terlalu panjang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.