5 Tips Aman yang Wajib Diperhatikan saat Mengajak Anak Renang

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berenang. Shutterstock

    Ilustrasi anak berenang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Musim liburan sekolah ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak-anak salah satunya mengajak anak renang di kolam renang atau pantai. Namun, Anda harus mewaspadai beberapa hal saat mengajak anak berenang. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, tenggelam adalah penyebab kematian paling umum kedua untuk anak-anak usia 1 hingga 4 tahun, setelah cacat bawaan, yang berarti orang tua harus lebih berhati-hati.

    Baca juga: Memahami Waktu yang Tepat untuk Anak Belajar Renang

    "Penting untuk dipahami bahwa anak-anak tidak pernah 'tahan tenggelam', itulah sebabnya mengapa banyak lapisan keselamatan sangat penting," kata Jenny McCuiston, pendiri Goldfish Swim School. Melansir laman Good Housekeeping, berikut adalah beberapa cara untuk menjaga balita Anda aman di dalam dan di dalam air.

    #1. Mulai pelajaran lebih awal - lebih cepat dari perkiraan Anda
    American Academy of Pediatrics (AAP) merevisi pedoman renang amannya. Sementara kebijakan organisasi digunakan untuk menyatakan bahwa balita tidak bisa benar-benar belajar berenang sampai usia 4 - dan bahwa pelajaran untuk anak-anak membuat orang tua terlalu percaya diri dalam kemampuan berenang balita mereka - AAP sekarang mengatakan pihaknya melihat ada manfaatnya dalam memberikan pelajaran berenang kepada anak-anak mulai dari usia 1. "Bukti baru menunjukkan bahwa anak-anak usia 1 hingga 4 mungkin lebih kecil kemungkinannya tenggelam jika mereka memiliki instruksi renang formal," kata

    "Semakin awal mereka berada di air, semakin cepat mereka merasa nyaman di dalam air," kata Emily Leaman, salah satu pendiri dan COO Fitness Alive Philly, yang memulai kelas untuk bayi semuda lima bulan. "Dengan asumsi balita Anda adalah baru di kolam renang, cara terbaik untuk memulai adalah dengan Ibu atau Ayah di dalam air, karena itu membantu kebanyakan anak merasa aman dan percaya diri. "

    Penting juga untuk memulai dari yang kecil dan mengambil langkah-langkah tambahan, "Anda akan mulai dengan dasar-dasar seperti membuat wajah dan kepala basah, menendang kuat dan pukulan dayung depan dasar, dan mengapung depan dan belakang," kata Leaman. "Dibutuhkan banyak latihan bagi anak-anak untuk menghubungkan titik-titik untuk melakukan semua gerakan ini sekaligus, dan mengubahnya menjadi berenang yang sebenarnya, jadi sangat membantu untuk memecahnya menjadi potongan-potongan."

    #2. Pelajari tips anti-tenggelam dari AAP
    Jika orang tua belajar dan mengikuti pedoman keselamatan berenang AAP, kemungkinan tenggelam semakin kecil. Pedoman tersebut mencakup selalu sediakan orang dewasa untuk mengawasi anak-anak. Hal ini berlaku di sekitar kolam, badan air, bak mandi, dan bahkan benda-benda seperti toilet dan ember, karena balita juga bisa tenggelam jika mereka terjebak dengan wajah yang terendam.

    Orang dewasa harus selalu berenang dalam lengan sebatas balita ketika balita itu berada di dalam air. Akan sangat membantu jika orang tua dan pengasuh mempelajari CPR atau Cardiopulmonaryy Resuscitation,  teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti. Anda dapat menemukan kelas CPR di cabang lokal Palang Merah.

    Jauhkan anak-anak dari air saat mereka tidak bersama orang dewasa. Banyak insiden tenggelam terjadi ketika orang tua tidak mengantisipasi berenang, seperti ketika balita berkeliaran di luar dan jatuh ke kolam. "Selain pelajaran berenang, hal paling penting yang dapat dilakukan orang tua atau pengasuh untuk menjaga agar balita tetap aman di air adalah mewaspadai risiko potensial dan mencegah akses yang tidak terawasi ke air," kata Lindsay Mondick, manajer senior olahraga air di YMCA Amerika Serikat. Hal ini termasuk kolam dan spa portabel di dalam tanah, di atas tanah dan portabel, bak mandi, ember dan badan air alami seperti sungai, danau, kolam, dan kanal.

    Setiap kolam permanen harus dikelilingi oleh pagar empat sisi dengan kunci, setidaknya empat kaki. AAP juga mengatakan waspada terhadap kolam-kolam tiup, karena sisi-sisinya yang lembut berarti mudah bagi seorang anak untuk bersandar pada mereka dan kemudian jatuh. Jika berenang di perairan terbuka, pilih area pantai dengan penjaga pantai.

    Selanjutnya, peralatan renang yang lengkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.