Saatnya Jadikan Meja Makan sebagai Tempat Dialog Keluarga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan bersama keluarga besar. shutterstock.com

    Ilustrasi makan bersama keluarga besar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap keluarga harus menjadikan meja makan sebagai tempat berdialog, berintegrasi, dan berbagi kasih untuk memperkuat ketahanan keluarga. Begitu pendapat Direktur Bina Ketahanan Remaja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Eka Sulistia Ediningsih.

    "Di meja makan tanpa gadget dan alat elektronik lain, ayo saling memberi perhatian, bersosialisasi bersama, dan saling berbagi, ini diyakini sebagai sarana ampuh untuk memecahkan berbagai persoalan keluarga," kata Eka Sulistia Ediningsih.

    Baca juga:
    Ini Langkah Agar Karier dan Keluarga Seimbang
    Saat Donna Agnesia Jadi Ibu dan Bapak di Keluarga

    Ia mengatakan hal itu di sela acara ajang kreativitas duta generasi bencana tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di aula Kabupaten Kampar, Jumat, 21 Juni 2019, diikuti 285 remaja se-Riau. Menurut Eka, berbagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan keluarga memang berjalan lamban, ibarat merangkak, sedangkan masalah bisa diibaratkan berlari atau datang dengan cepat.

    "Namun kita percaya kalau keluarga merupakan benteng utama," katanya.

    Jika keluarga kuat, maka keluarga akan bisa menghindarkan individu di dalamnya dari berbagai ancaman yang akan merusak dan menyesatkan.

    "Oleh karena itu silakan kembali ke meja makan karena kita percaya di meja makan akan terjadi pergerakan dan duta generasi berencana (Genre) memegang peran penting untuk menyosialisasikan bahwa keluarga adalah segala-galanya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.