Cara Mengetahui Kecukupan Asupan Makanan dan Nutrisi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kuku kaki (pixabay.com)

    ilustrasi kuku kaki (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapan kita tahu kalau asupan makanan sehari-hari sudah cukup, dari porsi sampai nutrisinya? Ternyata, ada beberapa cara untuk mengetahui porsi dan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari sudah cukup.

    Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Imunologi RS Premier Bintaro, Dr. Prasna Pramitha, menjelaskan beberapa cara untuk mengetahui asupan makanan sehari-hari sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah berbagai cara sederhana untuk mengetahui hal tersebut.

    Baca juga:
    Kurma, Buah Awet yang Kaya Nutrisi

    #Kondisi kuku
    Memperhatikan kuku dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan. “Kuku yang normal adalah yang kuat, tidak mudah patah, tidak pucat, tidak berwarna kekuningan, dan memiliki tekstur halus,” jelas Prasna. Kondisi kuku dapat menunjukkan bila Anda sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi.

    #Kondisi mulut
    Sudut mulut yang kering dan retak-retak, disebut juga dengan nama angular cheilitis, bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin B 12. Kondisi sudut mulut tersebut juga bisa menunjukkan bahwa anemia dan defisiensi zat besi.

    Ilustrasi wanita memegang rambutnya. shutterstock.com

    #Kulit dan rambut
    Kulit yang sehat dan rambut yang berkilau menunjukkan bahwa asupan makanan sehari-hari sudah tepat. Memiliki rambut dan kulit dengan tekstur halus, bercahaya, dan tidak kusam menjadi salah satu cara sederhana untuk memastikan Anda sudah mendapatkan nutrisi yang cukup. Rambut juga tidak akan bercabang, kering, dan kemerahan bila asupan makanan sudah tepat.

    #Cek kolesterol dan lemak darah
    “Kita perlu juga cek kolesterol dan lemak darah. Lemak baik dan lemak jahat juga perlu dicek,” tutur Prasna. Angka normal untuk kolesterol adalah di bawah 200 mg/dL dan untuk trigliserida atau lemak darah sebaiknya di bawah 150 mg/dL.

    Artikel lain:
    Trik Makan Seimbang dari Ahli Gizi

    #Buang air besar
    Jadwal buang air besar yang ideal adalah 1-2 kali sehari, walaupun ada juga yang memiliki jadwal yang berbeda. “Semakin banyak aktivitasnya semakin banyak buang air besar. Maksimal buang air besar itu tiga kali sehari, dan maksimal tidak buang air besar itu sampai tiga hari. Kalau melebihi itu sebaiknya cek,” lanjut Prasna.

    Buang air besar menunjukkan asupan makanan yang cukup atau tidak, karena perlu diperhatikan bila tidak mengikuti jadwal buang air besar yang ideal. Kadang harus dicek juga apakah sudah cukup bergerak, sudah cukup minum air putih, sudah cukup makan serat, karena semua hal tersebut memiliki dampak pada air besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.