Buat yang Akan Beraktivitas Besok, Jangan Lupa Siapkan Air Putih

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi botol minum (pixabay.com)

    Ilustrasi botol minum (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca belakangan ini yang sangat panas membuat orang pun gampang kehilangan cairan dan dehidrasi. Cuaca panas dan keluarnya keringat akan memperburuk kondisi itu, menyebabkan perubahan pigmentasi, kerutan, dan kulit yang terbakar.

    “Perubahan proses kimia itu menyebabkan kelelahan karena tubuh bekerja untuk memperbaiki kerusakan,” ujar Dr. Michele Casey, Direktur Medis di Duke Health di Carolina Utara, Amerika Serikat, kepada Live Science.

    Kenapa dehidrasi berbahaya? Tubuh manusia terdiri dari lebih dari 95 persen air agar kondisi ideal dan fungsi tubuh bisa bekerja sehat dan maksimal. Agar tubuh tidak mengalami dehidrasi, konsumsi air putih harus mencukupi, termasuk juga konsumsi makanan yang mengandung banyak air. Salah satu cara menyingkirkan risiko terkena dehidrasi adalah minum air tanpa perlu menunggu haus.

    Baca juga:
    Perhatikan Kecukupan Minum Anak untuk Hindari Dehidrasi

    ADVERTISEMENT

    "Untuk mencegah dehidrasi jangan menunggu sampai haus baru minum. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan minum cukup cairan dingin setiap jam untuk menjaga warna normal dan jumlah urine," ujar Dr. Manny Alvarez dari Hackensack University Medical Center, Amerika Serikat.

    Yang juga harus diingat, tak semua minuman baik ditenggak dalam cuaca panas karena justru akan menambah dehidrasi. Berikut ini tiga jenis minuman yang sebaiknya dihindari ketika cuaca panas dan tubuh berkeringat, seperti dilansir Fox News.

    #Soda
    Minuman bersoda bisa meningkatkan risiko terkena diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kesehatan gigi yang buruk. Selain itu, minuman ringan bisa menyebabkan dehidrasi. Menurut riset yang dilakukan American Physiological Society, menenggak minuman ringan untuk menghilangkan dahaga justru akan membuat dehidrasi bertambah buruk dan meningkatkan risiko penyakit ginjal. Meski penelitian baru dilakukan terhadap tikus, para ilmuwan tetap percaya risiko yang sama akan terjadi terhadap manusia.

    Ilustrasi minuman alkohol (pixabay.com)

    #Alkohol
    Segelas besar bir dingin yang berbuih terlihat sangat nikmat ketika cuaca sedang panas. Jenis minuman beralkohol apa pun harus menjadi pilihan terakhir ketika merasa haus. Karena bersifat diuretik, alkohol bisa menyebabkan urine keluar lebih banyak sehingga bisa mengakibatkan dehidrasi. Bila kerongkongan yang terasa kering merindukan minuman dingin, pilihlah air putih.

    #Kopi atau teh
    Kafein yang terdapat dalam kopi dan teh memang bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Bila tubuh sudah terbiasa dengan konsumsi kafein, minuman seperti es teh manis atau es kopi susu di tengah hari yang panas memang nikmat dan tidak terlalu bermasalah buat tubuh karena bisa mengasup cairan yang dibutuhkan.

    Namun, buat mereka yang tak terbiasa, segelas es kopi latte yang ringan akan menjadi masalah, apalagi saat cuaca panas. Meski demikian, buat mereka yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein, tetap saja jumlahnya harus dibatasi dan air putih tetap harus menjadi pilihan utama.

    Artikel lain:
    Meski Baik, Batasi Minum Air Putih dalam Situasi Berikut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...