Sambut HUT Jakarta, Gebyar Pernikahan Indonesia Bawa Tema Betawi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok musik tradisional tanjidor mengiringi rombongan pemudik di Jakarta (19/9). Tanjidor, yang merupakan kesenian Betawi, sering digunakan untuk mengiringi pawai dan mengarak pengantin. Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma

    Kelompok musik tradisional tanjidor mengiringi rombongan pemudik di Jakarta (19/9). Tanjidor, yang merupakan kesenian Betawi, sering digunakan untuk mengiringi pawai dan mengarak pengantin. Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta pada 22 Juni, pameran pernikahan tradisional Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) 2019 membawa tema Betawi. Pameran ini menjadi solusi praktis untuk calon pasangan pengantin di Jakarta untuk mendapatkan semua kebutuhan dan inspirasi pesta pernikahan.

    Di edisi ke-11 ini, Gebyar Pernikahan Indonesia akan berlangsung 28-30 Juni 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini, pukul 10.00-21.00 WIB.

    “Kami ingin mengangkat tema Betawi karena ulang tahun Jakarta. Namun selain itu, Betawi juga menjadi cerminan ragam budaya karena budaya Betawi sendiri adalah kompilasi dari berbagai budaya, dari Arab sampai Tionghoa menjadi satu dan muncul budaya Betawi,” tutur Tommy Yoewono, Managing Director Parakrama Organizer, Rabu, 19 Juni 2019.

    Baca juga:
    3 Mitos Paling Umum Tentang Pernikahan dan Faktanya

    Jakarta sebagai ibukota negara memiliki banyak suku dan kebudayaan. Karena itu, budaya Betawi memiliki tradisi unik dalam menggelar upacara pernikahan. Percampuran budaya dari beragam tempat seperti Arab, Tionghoa, India, Eropa, dan Melayu, mempengaruhi tradisi pernikahan dengan budaya Betawi, membuatnya memiliki ciri khas yang menarik dan penuh makna.

    “Pernikahan dengan budaya Betawi ini memang unik dan Alhamdulillah zaman sekarang masih banyak yang mau menggunakan adat Betawi. Insya Allah, dengan adanya GPI ini akan semakin banyak yang menikah dengan adat Betawi,” tutur Decy Widhiyanti, Pemilik Febrin House of Betawi.

    Mervino dan Heni Regar (Perwakilan V&Co Jewellery), Decy Widhiyanti (Pemilik Febrin House of Betawi), san Tommy Yoewono (Managing Director Parakrana Organizer) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu 19 Juni 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Di pameran ini akan ada Parade Pengantin Betawi yang menampilkan rangkaian upacara adat pernikahan Betawi sesuai pakem tradisional. Selain itu, akan ada juga peragaan busana bersama Abang None Jakarta, pertunjukkan Rampak Gendang, dan prosesi Palang Pintu. Akan ada juga demo dan workshop batik Betawi untuk mengenal lebih lanjut mengenai budaya tradisional Betawi.

    “Akan terasa seperti kembali ke tempo dulu, namun tetap dikemas dan disesuaikan dengan zaman now,” lanjut Decy.

    Tiket pameran dijual dengan harga Rp 25 ribu, namun gratis untuk para penggunakan kartu kredit Mandiri. Pameran ini juga memiliki beragam hadiah menarik untuk para pengunjung, seperti jas pengantin, voucher hotel, voucher cincin pengantin, paket bulan madu, dan hadiah terbesarnya adalah mobil Honda All New Brio.

    Dengan perkembangan ide, teknologi, dan inovasi, pameran ini menjadi destinasi lengkap untuk para pengantin agar bisa menemukan semua kebutuhannya untuk hari pernikahan.

    Artikel lain:
    6 Hal yang Mesti Dipahami Perempuan Saat Sudah Menikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.