Penyebab dan Cara Mencegah Air Ketuban Kering pada Ibu Hamil

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Aura Kasih melahirkan anak pertamanya dua minggu sebelum jadwal kelahiran. Ia melahirkan pada Minggu, 16 Juni 2019. Proses persalinannya dimajukan karena air ketuban Aura Kasih kering.

    Baca juga: Cerita Aura Kasih Melahirkan Lebih Cepat 2 Minggu dari HPL

    Hal serupa juga dialami oleh aktris dan desainer Asri Welas. Ia melahirkan anak ketiganya lebih cepat, karena air ketubannya berkurang hampir 50 persen. Hal ini lantaran, Asri sempat mengalami diare sebelumnya. 

    Air ketuban yang berkurang atau oligohidramnion ini adalah kondisi di mana cairan ketuban lebih rendah dari rata-rata yang dianjurkan atau rata-rata normal pada usia kehamilan tertentu. Selama masa kehamilan, cairan ketuban sebagai bantal yang melindungi bayi dari cedera dan memungkinkan ruang untuk pertumbuhan, pergerakan dan perkembangan. Cairan ketuban juga menjaga tali pusar agar tidak tertekan di antara bayi dan dinding rahim.

    Cairan ketuban yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti dilansir dari laman Mayo Clinic. Mulai dari air ketuban yang pecah, plasenta mengelupas dari dinding dalam rahim sebelum melahirkan, kondisi kesehatan tertentu pada ibu, penggunaan obat-obatan tertentu, ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi kronis, bayi memiliki pertumbuhan terbatas atau kelainan genetik.

    Jika mengalami kondisi air ketuban kering, tindakan selanjutnya tergantung pada usia kehamilan, kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, penyebab kekeringan, dan juga betapa parah kondisi sekarang. Bila kondisi ini terjadi saat sudah memiliki usia kehamilan 36-37 minggu, tindakan selanjutnya yang dianjurkan adalah untuk melahirkan bayi. Namun, jika usia kehamilan masih di bawah 36 minggu, sebaiknya melakukan pemantauan terlebih dahulu, dan ibu hamil dianjurkan untuk minum lebih banyak cairan.

    Baca juga: Dokter Jelaskan Pentingnya Kecukupan Asupan Air buat Ibu Hamil

    Kondisi oligohidramnion ini adalah kondisi serius. Melansir laman ShareCare, Honor Society of Nursing di Amerika Serikat menjelaskan cara mencegah kondisi ini. Walaupun ada beberapa kondisi yang tidak bisa dicegah, seperti kondisi kesehatan keturunan, ada juga beberapa pencegahan yang bisa dilakukan saat sedang hamil.

    Ibu hamil bisa mengurangi risiko oligohidramnion dan memastikan cairan ketuban terus seimbang dengan banyak minum air saat hamil. Hindari rokok selama masa kehamilan, dan juga perhatikan makanan yang dikonsumsi. Makan makanan sehat saat hamil sangat membantu untuk menghindari berbagai macam komplikasi. Jangan lupa untuk sering-sering monitor perkembangan kehamilan saat konsultasi dengan dokter. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.