Pentingnya Orang Tua Beri Pendidikan Seks pada Anak sejak Dini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu membaca bersama anak. Pixabay.com

    Ilustrasi ibu membaca bersama anak. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berharap orang tua agar ikut membantu meningkatkan pendidikan seks kepada anak-anak agar mereka memiliki integritas diri.

    "Sejak kecil anak-anak harus diberikan edukasi seksualitas, kenapa tidak boleh atau dilarang melakukan ini dan itu, apa yang harus dilakukan dan dijaga, supaya mereka punya integritas diri, tahu ada bagian penting dari tubuhnya yang tidak boleh dipegang orang lain atau diekspos," kata Sekretaris Jenderal LPAI, Henny Hermanoe.

    Dia mengatakan prihatin terhadap peristiwa di mana ada siswa-siswi yang mengenakan seragam SMK di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang melakukan hubungan seks di dalam kelas dan kejadian tersebut beredar melalui video di whatsapp dan youtube.

    Baca juga:
    Perempuan Lebih Sering Menolak Seks? Ini Penelitiannya

    Henny menuturkan pendidikan seks harus diajarkan kepada anak sejak dini karena merupakan pintu gerbang bagi anak-anak untuk tahu bagaimana berperilaku dan berperan sesuai dengan gendernya, memahami perilaku seksual yang seharusnya dilakukan, memahami kesehatan dan perkembangan reproduksi, memahami hubungan laki-laki dan perempuan serta batasan-batasan yang tidak boleh diabaikan.

    "Kami mengimbau orang tua, mari kita mulai menjaga anak, memberikan edukasi seksualitas kepada anak, tidak hanya orang tua tapi orang-orang di sekitar juga berkewajiban melindungi anak-anak," ujarnya.

    Namun, Henny mengatakan pembicaraan tentang pendidikan seks kepada anak masih dianggap tabu oleh sebagian orang tua. Padahal pendidikan itu menjadi penting sebagai bekal pengetahuan untuk memahami dan menjaga diri.

    "Yang terjadi adalah orang tua tabu berbicara seks kepada anak, alhasil anak-anak belajar seks dari anak-anak yang orang tuanya juga tabu berbicara seks," tuturnya.

    Artikel lain:
    Miliki Jantung Sehat dengan Rutin Berhubungan Seks

    Oleh karena itu, orang tua diharapkan tidak menganggap pembicaraan tentang seks tabu tapi itu merupakan pendidikan bagi anak-anak agar mereka memahami apa yang baik dan harus dilakukan serta yang tidak boleh dilakukan. Anak-anak harus diarahkan untuk melakukan kegiatan positif, baik dalam kegiatan ekstrakulikuler maupun karang taruna di lingkungan masyarakat.

    "Pada usia SMP, SMA, SMK, gejolak seks tumbuh sejalan dengan berkembangnya alat reproduksi anak sehingga perlu pendidikan seksualitas dan pengawasan. Orang tua harus mulai berbicara terbuka tentang seksualitas kepada anak-anak," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.