Makeup Wajib Paula Verhoeven, Cukup Lipstik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paula Verhoeven di Goodrich Suites, Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019. TEMPO/Astari P Sarosa

    Paula Verhoeven di Goodrich Suites, Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Model Paula Verhoeven lebih suka menggunakan makeup yang alami dan sederhana. Walau sering tampil di televisi dan menghadiri berbagai acara, Paula tidak suka menggunakan makeup yang terlalu tebal. Dia mengatakan  makeup yang paling penting baginya adalah lipstik.

    “Aku sukanya yang natural, aku suka ganti-ganti lipstik saja, yang penting kelihatan segar,” jelas Paula.

    Baca juga:
    Paula Verhoeven Cuek Wajahnya Berjerawat Selama Hamil

    Warna lipstik favoritnya adalah merah muda dan merah. Selain lipstik, Paula hanya menggunakan pensil alis, perona pipi, dan maskara untuk makeup sehari-hari. Paula juga lebih suka menggunakan cushion untuk sehari-hari dan hanya akan menggunakan bedak saat menghadiri acara atau tampil di televisi.

    “Kalau ke acara kadang-kadang suka makeup sendiri juga. Kalau acara, penebalannya beda, blush on lebih tebal dan lipstik lebih tebal,” lanjut Paula.

    Paula Verhoeven dengan riasan Champagne Gold di Paris Fashion Show. dok. Make Over

    Walaupun suka menggunakan makeup sederhana, Paula Verhoeven selalu tampil maksimal setiap hari. Hal tersebut membantu dirinya dengan pekerjaannya sebagai model.

    Paula menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri setiap hari sebenarnya tidak terlalu banyak. Dia hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk mempersiapkan diri sebelum beraktivitas.

    “Pokoknya paling tidak makeup segar. Lipstik, maskara sama pensil alis yang wajib di makeup pouch,” tutur Paula.

    Artikel lain:
    Sebelum Menikah dengan Baim Wong, Paula Verhoeven Sempat Dibully


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.