Jangan Makan Kue Lebaran Berlebihan, Ini Bahayanya

Reporter

Ilustrasi kue lebaran. Facebook.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kue nastar identik dengan Lebaran. Hampir di setiap rumah menyediakan kue berbentuk kecil dan manis ini sebagai hidangan untuk para tamu. Namun berhati-hatilah menyantapnya.

Terbuat dari gula dan tepung putih yang sudah tidak berserat, ahli gizi dr Tirta Prawita Sari menyebut makan tiga butir nastar sama dengan sepiring nasi.

"Nastar ada bermacam-macam, tergantung bahan yang dipakai. Tapi tiga nastar itu kurang lebih 120 sampai 140 kalori. Punya kalori yang sama dengan sepiring nasi," ujar Tirta.

Baca juga:
Buat Penyuka Kacang Ayo Coba Resep Kue Lebaran Madu Kacang

Tirta menjelaskan kandungan gizi kue kering yang dibuat dari tepung, gula, telur, dan mentega berupa karbohidrat dengan sedikit protein dan lemak. Zat gizi lain seperti vitamin dan mineral tidak terlalu banyak ditemukan pada kue kering.

"Problem kue kering terbuat dari gula dan tepung, kebanyakan tepung putih yang sudah tidak ada serat. Jadi, kue kering itu makanan kecil, tapi bicara zat gizi banyak kalori," kata Tirta.

Tirta juga mengatakan terlalu banyak makan nastar dapat memicu naiknya kolesterol. "Bisa kolesterol karena menggunakan banyak mentega, banyak butter yang mengandung lemak. Pemanasan trans fat dapat memengaruhi kadar kolesterol," ujar Tirta.

Nastar Keju. Tabloidbintang.com

Oleh sebab itu, Tirta menyarankan untuk memperlakukan kue kering sebagai makanan pendamping, layaknya permen.

"Kalau bisa dihindari, lebih baik dihindari. Kalau memang mau makan disesuaikan dengan kalori lainnya yang telah dikonsumsi," kata Tirta.

Sebagai perbandingan, sebutir kue putri salju dengan berat sekitar enam gram mengandung kalori sekitar 22,5 kalori, sementara kue lidah kucing dengan berat 4 gram memiliki kandungan sekitar 18 kalori. Kue kering lain yang menjadi favorit saat Lebaran adalah kastengels atau kue keju. Dalam satu kastengels dengan berat 5 gram memiliki kandungan 20,3 kalori.

Penganan khas Lebaran yang renyah lainnya seperti rengginang memiliki kandungan kalori lebih sedikit yaitu 12 kalori. Untuk menghindari kenaikan berat badan, ia menyarankan untuk menyeimbangkan kalori yang dikonsumsi dengan kegiatan yang dilakukan. Olahraga lompat tali selama satu jam dapat membakar energi sebanyak 735 kalori, sedangkan untuk olahraga berjalan cepat selama satu jam membakar energi sebanyak 368 kalori.

Artikel lain:
Resep Antigagal Membuat Kue Kering






Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

10 hari lalu

Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

Jumlah pengunjung di beberapa mal di Kota Solo meningkat signifikan seiring melandainya kasus Covid-19. Okupansi tenant turut naik.


Pergi ke Bekasi, Jangan Lupa Makan Gabus Pucung dkk

26 Juli 2022

Pergi ke Bekasi, Jangan Lupa Makan Gabus Pucung dkk

Bila berkunjung ke Bekasi lidahmu perlu merasakan setidaknya 3 kuliner khas berikut ini.


Kata Gaikindo Soal Anjloknya Penjualan Mobil Mei 2022

15 Juni 2022

Kata Gaikindo Soal Anjloknya Penjualan Mobil Mei 2022

Turunnya penjualan mobil pada Mei lalu disebabkan hari kerja yang pendek dan krisis chip semikonduktor global.


Libur Lebaran, Penjualan Mobil Mei 2022 Turun 30,2 Persen

15 Juni 2022

Libur Lebaran, Penjualan Mobil Mei 2022 Turun 30,2 Persen

Penjualan mobil secara ritel pada Mei 2022 tercatat sebanyak 61.558 unit, turun 23,6 persen dibanding April 2022 sebesar 81.615 unit.


9 Hari Bersama Mitsubishi Xpander ke Pegunungan Tengah dan Pesisir Selatan

27 Mei 2022

9 Hari Bersama Mitsubishi Xpander ke Pegunungan Tengah dan Pesisir Selatan

Kami menjajal Mitsubishi Xpander Ultimate 2021 ke berbagai lokasi menarik seperti Dieng di Jawa Tengah hingga Geopark Ciletuh di Sukabumi.


Mengarungi Separuh Sumatera Bersama Hyundai Creta

24 Mei 2022

Mengarungi Separuh Sumatera Bersama Hyundai Creta

Tempo mengendarai Hyundai Creta untuk liputan Mudik Lebaran 2022 dengan rute Jakarta-Padang. Total perjalanan 2.950 km.


LSI Sebut Masyarakat Puas dengan Mudik Lebaran Tahun Ini

22 Mei 2022

LSI Sebut Masyarakat Puas dengan Mudik Lebaran Tahun Ini

Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis hasil surveinya mengenai penyelenggaraan mudik 2022 pada Ahad 22 Mei 2022.


Alasan Kenaikan Kasus Covid-19 usai Lebaran Diprediksi Rendah

20 Mei 2022

Alasan Kenaikan Kasus Covid-19 usai Lebaran Diprediksi Rendah

Peluang terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pascamudik Lebaran 2022 lebih rendah dibanding dua tahun terakhir karena tingkat vaksinasi sudah tinggi.


SiCepat Ekspres Catat Pengiriman Barang Naik 46 Persen Selama Lebaran

18 Mei 2022

SiCepat Ekspres Catat Pengiriman Barang Naik 46 Persen Selama Lebaran

SiCepat Ekspres mencatat kenaikan pengiriman paket hingga 36 persen selama periode Lebaran 2022.


Menkes: Indikasi Kasus Covid-19 Naik 27-34 Hari Usai Lebaran

18 Mei 2022

Menkes: Indikasi Kasus Covid-19 Naik 27-34 Hari Usai Lebaran

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sampai hari ini pihaknya belum melihat ada kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan usai mudik lebaran.