5 Tips Mengelola THR Supaya Mencukupi Kebutuhan

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Sejumlah pembeli memilih baju yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta, 8 April 2017. Dengan semakin berkembangnya belanja online dapat berdampak dengan toko-toko konvensional seperti Tanah Abang. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para pekerja Tunjangan Hari Kerja atau THR sangat dinantikan menjelang Lebaran. Apalagi sejumlah kebutuhan sudah direncanakan untuk Hari Raya nanti, bahkan mungkin sebagian besar para pekerja sudah memiliki daftar barang maupun hal yang mereka inginkan.

Baca juga: 3 Tips Simpel agar THR Tidak Ludes Sia-sia

Namun agar tak kebablasan Anda perlu mengingat cara bijak memanfaatkan THR, supaya bisa mencukupi kebutuhan. Selain itu, Anda juga harus bisa membedakan barang yang diinginkan dan barang yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa tips mengelola THR untuk keperluan Lebaran, dari ShopBack. 

1. Alokasikan dengan bijak
Sebagian besar karyawan di Indonesia akan menerima THR dalam durasi berdekatan dengan penerimaan gaji bulanan pada 2019. Sebelum menerima dua pemasukkan itu, sebaiknya Anda mulai membuat alokasi dana yang akan digunakan untuk lebaran. Berapa persen dari gaji dan THR yang akan Anda dapatkan untuk membeli kebutuhan untuk lebaran, dan berapa persen yang akan ditabung. Pembayaran zakat sesuai dengan ketentuan ataupun berdonasi adalah hal yang paling utama agar THR yang Anda terima lebih berkah.

2. Berdonasi dan berzakat
Agar THR Anda menjadi berkah, gunakan sebagian dari pendapatan yang Anda dapatkan untuk berdonasi. Sejumlah lembaga atau yayasan dapat Anda manfaatkan untuk berdonasi, mulai dari platform offline hingga online. Berdonasi melalui platform online mulai marak dilakukan generasi milenial di Indonesia. Hasil survei online ShopBack yang melibatkan lebih dari 6.500 responden di lima kota besar di
Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan) menunjukkan lebih dari setengah responden atau sekitar 57 persen mengaku akan berdonasi melalui platform online pada Ramadhan 2019.

3. Manfaatkan promo dari ritel dan e-commerce
Jika Anda masih memiliki daftar barang yang harus dibeli untuk Lebaran tapi enggan
mengeluarkan jatah THR yang banyak untuk belanja, coba manfaatkan promo-promo yang ditawarkan oleh ritel dan platform e-commerce. Pada Ramadhan, platform e-commerce menawarkan beragam promo potongan harga yang menarik, salah satunya Shopback yang memberikan cashback hingga lima kali lipat.

4. Modifikasi Perlengkapan Lebaran tahun lalu
Lebaran tidak harus menggunakan baju atau barang-barang baru. Anda masih bisa tampil modis dengan memanfaatkan baju Lebaran sebelumnya. Agar terlihat beda, Anda bisa memadankan dengan aksesoris-aksesoris unik yang sesuai dengan kepribadian Anda. Selain baju, Anda juga bisa bisa memodifikasi stoples kue dengan menambahkan aksen pita atau pernak-pernik lainnya agar terlihat baru. Anda pun lebih berhemat dan THR tidak berkurang terlalu banyak.

5. Investasi
Agar menghindari sifat impulsif saat menerima THR serta menjaga agar bonus tersebut tetap utuh, cobalah untuk berinvestasi dengan skala kecil. Misalnya dengan melakukan investasi emas atau buka tabungan deposito dari sebagian bonus THR yang diterima. Investasi emas, merupakan investasi jangka panjang yang menjanjikan karena harga emas selalu mengalami kenaikan dari masa ke masa.






Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

10 jam lalu

Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

Jumlah pengunjung di beberapa mal di Kota Solo meningkat signifikan seiring melandainya kasus Covid-19. Okupansi tenant turut naik.


Tahun Depan, Rp 156,4 Triliun Dianggarkan untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS hingga Pensiunan

4 hari lalu

Tahun Depan, Rp 156,4 Triliun Dianggarkan untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS hingga Pensiunan

Pemerintah tahun depan menyiapkan anggaran sebesar Rp 156,4 triliun untuk membayarkan gaji ke-13 dan THR bagi PNS, TNI dan Polri hingga pensiunan.


Kemenkeu Akan Beri Insentif ke 125 Daerah, Tidak Boleh Untuk Tambahan Gaji hingga Perjalanan Dinas

5 hari lalu

Kemenkeu Akan Beri Insentif ke 125 Daerah, Tidak Boleh Untuk Tambahan Gaji hingga Perjalanan Dinas

Kementerian Keuangan akan membagikan dana insentif daerah (DID) ke 125 daerah yang memiliki perbaikan kinerja mendukung pemulihan ekonomi.


Apa Saja Fasilitas yang Didapat Mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia?

9 hari lalu

Apa Saja Fasilitas yang Didapat Mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia?

Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ternyata masih mendapat tunjangan pensiun dan beberapa fasilitas meski sudah tidak menjabat.


Apa Itu Bantuan Subsidi Upah dan Cara Pengecekannya?

23 hari lalu

Apa Itu Bantuan Subsidi Upah dan Cara Pengecekannya?

Bantuan subsidi upah dikeluarkan pemerintah untuk mencegah pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan pekerjanya


Ribuan Pekerja Asal Palestina di Israel Mogok Kerja

34 hari lalu

Ribuan Pekerja Asal Palestina di Israel Mogok Kerja

Pekerja asal Palestina yang bekerja di Israel melakukan aksi mogok kerja karena gaji mereka akan dibayar lewat sistem transfer bank.


Dampak Inflasi, Buruh Pelabuhan Terbesar di Inggris Mogok Kerja 8 Hari

34 hari lalu

Dampak Inflasi, Buruh Pelabuhan Terbesar di Inggris Mogok Kerja 8 Hari

Lebih dari 1.900 buruh pelabuhan kontainer di kota Felixstowe akan memulai aksi mogok kerja pada 21 Agustus 2022.


Sah, Gaji Buruh Migran Indonesia di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

45 hari lalu

Sah, Gaji Buruh Migran Indonesia di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Selain kenaikan gaji, buruh migran Indonesia di Taiwan akan mendapat penambahan upah sebesar NTD 1.000.


PT KAI Buka Lowongan Kerja: Segini Daftar Besaran Gaji Pegawai KAI

53 hari lalu

PT KAI Buka Lowongan Kerja: Segini Daftar Besaran Gaji Pegawai KAI

PT KAI memberikan kesempatan bergabung dan berkarir di KAI untuk pemenuhan kebutuhan pekerja formasi operasional dan pemeliharaan. Kisaran gajinya?


Sri Mulyani Sebut Belanja Negara Mencapai Rp1.243,6 Triliun, Ini Rinciannya

27 Juli 2022

Sri Mulyani Sebut Belanja Negara Mencapai Rp1.243,6 Triliun, Ini Rinciannya

Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara mencapai Rp1.243,6 triliun atau sudah membelanjakan 40 persen dari total belanja negara APBN.