Bedanya Air Hangat Buatan Fitri Tropica untuk Suami

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fitri Tropica saat menghadiri acara My Ramadan Style The Body Shop, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa 7 Mei 2019. Tempo/Astari P Sarosa

    Fitri Tropica saat menghadiri acara My Ramadan Style The Body Shop, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa 7 Mei 2019. Tempo/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Fitri Tropica dan suaminya Irvan Hanafi menikah pada 2014. Ramadan 2019 ini kelima kalinya mereka menjalaninya bersama. Wanita yang berprofesi sebagai presenter ini mengatakan ada rutinitas yang dilakukan bersama sang suami. 

    Baca juga: Fitri Tropica Bagi-bagi Baju Setelah Berhijab

    “Rutinitas Ramadan mempersiapkan menu favorit suami aku. Suami aku paling suka kalau aku membuatkan air hangat,” tutur Fitri Tropica di My Ramadan Style The Body Shop, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta beberapa waktu lalu. Meski jawabannya terdengar tidak serius, namun Fitri meyakinkan bahwa menu ini jawaban tersebut benar adanya. 

    Fitri Tropica. Instagram.com

    Irvan Hanafi memang pernah mengatakan bahwa menu favorit yang dimasak Fitri Tropica adalah air hangat dan mi instan. Meski sederhana, Fitri menjelaskan ia mengetahui takaran yang pas untuk suami. Misalnya, untuk mi instan, dia tahu berapa banyak bumbu yang dibutuhkan agar sesuai dengan selera sang suami. Ia juga memastikan bumbunya tidak terlalu asin, namun juga tidak terlalu tawar.

    “Aku tulis di Instagram kalau menu favorit suami aku itu air hangat dan mi instan, orang-orang suka pada enggak percaya,” lanjut Fitri Tropica. Menurut Fitri, yang membedakan air hangat buatannya dengan air hangat dari dispenser,  kalau air hangat biasa hanya terasa di tenggorokan, sedangkan air hangat yang dibuatnya terasa di hati.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.