Orang Tua Indonesia Senang Mengasuh Anak dengan Gawai

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Indonesia media, digital sering digunakan sebagai alat untuk mengasuh anak. Pendapat itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Aulia Hadi.

    "Kecenderungan orang-orang memberikan tontonan dari gawai kepada anak balitanya agar tenang dan tidak rewel," katanya.

    Akibatnya sekitar 20 persen anak di Indonesia sudah berkenalan dengan internet dan media digital sejak balita. Selain itu, orang tua juga lebih menganggap anaknya lebih paham media digital dibandingkan dirinya. Hal itu membuat mereka dengan mudah memberikan anak gawai.

    Baca juga:
    6 Cara Sederhana agar Anak Tak Kecanduan Gawai
    Awas, Main Gawai Lebih dari 4 Jam Bikin Mata Anak Juling

    Menurut Aulia, tidak ada ukuran baku kapan sebaiknya anak mulai dikenalkan dengan media digital. Namun, orang tua bisa membatasi dan mengawasi anak dalam menggunakan gawai.

    Penggunaan gawai kepada anak terlalu dini dan tidak dibatasi dapat mengakibatkan kecanduan gawai. Anak bisa terlambat berkomunikasi dan mata menjadi juling karena terlalu sering menatap layar.

    "Kalau balita bisa dimulai dengan menggunakan monitor yang bisa ditonton bersama dengan keluarga yang lain. Kita juga tidak dapat melarang dan melihat media digital sebagai suatu yang buruk, yang penting adanya pengawasan bagi anak," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.