Sebab Bunga Jelitha Ibrani Belum Fokus Merencanakan Pernikahan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miss Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani mengenakan salah satu dressnya yang dirancang oleh desainer Ivan Gunawan saat ikuti ajang Miss Universe yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. instagram.com

    Miss Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani mengenakan salah satu dressnya yang dirancang oleh desainer Ivan Gunawan saat ikuti ajang Miss Universe yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani tengah mempersiapkan pernikahan dengan pacarnya, Syamsir Alam. Ia mengaku ingin menggelar pernikahan di Bali dan Jakarta. 

    Baca juga: 2 Cara Bunga Jelitha Ibrani Jaga Tubuh Bugar Selama Puasa Ramadan

    “Kalau ada rezeki maunya dua, di Jakarta dan di Bali. Kalau ada rezeki, itu baru rencana,” tutur Bunga Jelitha Ibrani saat ditemui di acara Smile Train Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2019. Bunga pun punya alasan khusus memilih Bali sebagai tempat bersejarah untuk pernikahnnya. 

    Menurut wanita berusia 27 tahun ini, Bali tempat impian untuk sebuah pernikahan yang intim, dan hanya dihadiri oleh keluarga dan teman terdekat. Namun, Bunga Jelitha juga ingin menikah di Jakarta untuk acara yang lebih besar dan agar bisa mengundang lebih banyak orang. “Kalau tema yang pasti karena kita namanya sama-sama berbau alam, kan Alam dan Bunga, jadi mau outdoor,” ucap Bunga. 

    Namun sekarang ia belum terlalu fokus pada perencanaan pernikahannya. Hal ini karena kakaknya Gerhana Ervan juga akan menikah tahun ini. Bunga Jelitha mengatakan, sang kakak berencana menikah di bulan Agustus atau September tahun ini. Setelah sang kakak menikah, ia baru akan merencanakan pernikahannya impiannya, termasuk resepsi pernikahan di akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020. 

    “Sebenarnya mau tahun ini menikah, tapi ada halangan. Bukan halangan sih, cuma mitos aja. Jadi Abang aku mau nikah duluan, mitosnya dalam satu tahun nggak boleh orang tua menikahkan dua anaknya,” kata wanita kelahiran 6 September 1991 ini.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.