Siasat agar Olahraga Tetap Lancar saat Puasa Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berolahraga. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita berolahraga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak manfaat berolahraga. Tidak hanya membuat tubuh lebih ramping dan kencang, kulit pun menjadi lebih cerah.

    Saat puasa Ramadan rutinitas tersebut bisa saja tetap dilakukan walau asupan energi dan nutrisi berkurang. Dengan tetap rutin berolahraga, Anda tetap terlihat segar selama menjalani puasa. Bagaimana sebaiknya berolahraga selama Ramadan?

    #Pagi hari setelah sahur
    Untuk tujuan kesehatan dan kebugaran, baik melakukan olahraga di pagi hari setelah sahur. Hanya yang perlu diperhatikan, lakukan intensitas olahraga ringan sehingga tidak membuat dehidrasi dan kelelahan berlebihan siang harinya. Berolahragalah selama 30-45 menit.

    #Sore menjelang berbuka puasa
    Bila tujuannya menjaga kekuatan, bentuk otot, dan tubuh, Anda memerlukan intensitas olahraga sedikit lebih berat. Lakukan olahraga 30-60 menit sebelum berbuka. Tidak perlu khawatir akan kurangnya cairan dan kelelahan pada detik-detik menjelang berbuka karena segera setelah berbuka kekurangan cairan akan teratasi.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:
    Tips Menjaga Asupan Makanan saat Puasa Ramadan
    Pakar Jelaskan Pengaruh Puasa Ramadan dan Kelembapan Kulit

    Perhatikan asupan 
    Konsumsilah makanan tinggi protein dan kaya serat karena jenis makanan ini menyimpan energi lebih lama. Anda tidak mudah merasa lapar dan lelah saat harus berolahraga di saat berpuasa. Misalnya, mulailah sahur dengan jus sayuran hijau sepeti bayam, batang seledri, air lemon, nanas, dan madu. Baru minum teh manis panas atau susu. Telur rebus, kacang-kacangan, dan sayuran pastikan ada dalam daftar menu sahur. Lengkapi dengan konsumsi vitamin (C, E, dan minyak ikan).

    Sore hari, setelah berolahraga, berbukalah dengan makanan segar menyehatkan. Misalnya, memasukkan daftar kombinasi jus segar dalam menu berbuka. Ganti kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka dengan potongan roti gandum isi dan menu utama dengan makanan dengan gizi seimbang.

    #Hati-hati dan dengarkan tubuh
    Ada baiknya sebelum berolahraga, kenali dengan baik kondisi tubuh hari itu. Bagaimana tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, semua harus terukur secara obyektif. Anda yang paling tahu kondisi tubuh. Jangan terlalu memaksakan diri berolahraga jika memang tubuh terasa tidak fit.

    #Memilih olahraga yang tepat
    Jika memilih waktu berolahraga di pagi hari setelah sahur, pilihlan jenis olahraga yang ringan seperti joging, bersepeda, jalan cepat, yoga, atau body balance. Jika merasa fit dan memilih waktu berolahraga di sore hari dengan intensitas lebih tinggi, pilih latihan kardio dikombinasi dengan sedikit latihan beban, lari, senam dansa, pilates, renang selama 30 hingga 60 menit sebelum berbuka.

    #Tidur cukup
    Atur waktu tidur Anda dengan baik. Umumnya saat berpuasa waktu tidur menjadi berkurang. Saat berpuasa, Anda harus bangun pukul 03.00 pagi menyiapkan sahur. Padahal dibutuhkan tidur cukup minimal 6 jam jika ingin melakukan aktivitas olahraga. Untuk menyiasati, tidurlah lebih cepat di malam hari. Atur waktu secermat mungkin sehingga waktu tidur mencukupi 6-8 jam.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...