Halima Aden Model Berhijab Pertama di Sport Illustrated Swimsuit

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Halima Aden menjadi model majalah Sport Illustrated Swimsuit. Instagram/@halimaden

    Halima Aden menjadi model majalah Sport Illustrated Swimsuit. Instagram/@halimaden

    TEMPO.CO, Jakarta - Model Halima Aden menjadi model majalah Sports Illustrated Swimsuit. Ia menjadi model muslim pertama yang mengenakan hijab dan burkini dalam majalah khusus pakaian renang ini.

    Baca juga: Halima Aden Ungkap Manfaat Berhijab Selain Taati Syariat Agama

    “Kami sangat senang mengumumkan bahwa Halima Aden adalah anggota terbaru dari keluarga Sports Illustrated Swimsuit, menjadikan sejarah sebagai model Muslim pertama yang mengenakan jilbab dan burkini di majalah,” bunyi keterangan tertulis di laman Sports Illustrated.

    Model Somalia-Amerika ini lahir dan tinggal di Kenya di Kamp Pengungsi Kakuma, sampai usia tujuh tahun sebelum pindah ke Amerika Serikat. Untuk debut SI Swimsuit-nya, ia berpose di Pantai Watamu dengan fotografer Yu Tsai.

    “Saya terus berpikir [kembali] kepada saya yang berusia enam tahun, di negara yang sama ini, berada di kamp pengungsi,” kata Halima Aden selama pemotretannya. "Jadi untuk tumbuh untuk menghidupkan impian Amerika [dan] untuk kembali ke Kenya dengan berpose untuk SI di bagian paling indah di Kenya - saya tidak berpikir itu adalah cerita yang bisa dibuat siapa pun."

    Halima Aden menjadi sorotan saat ia menjadi kontestan berhijab pertama di kontes Miss Minnesota, Amerika Serikat di usia 19 tahun. Dia bergabung dengan agency model IMG dan tidak hanya menjadi model internasional yang sangat sukses, tetapi juga membawa perubahan definisi kecantikan tradisional. Dari menjadi model untuk Vogue Inggris hingga runaway New York Fashion Week, Halima Aden membuktikan bahwa ada tempat bagi wanita Muslim sederhana di industri mode.

    Edistor Sport Illustrated Swimsuit, MJ Day mengatakan, timnya berusaha untuk terus menyebarkan pesan bahwa mengenakan one-piece, two-piece, atau burkini, dapat menunjukkan kecantikan sendiri. "Kami percaya kecantikan tidak mengenal batas," ujarnya. “Saya mengagumi Halima, dan saya menganggapnya sebagai manusia inspirasional untuk apa yang telah ia putuskan untuk menggunakan platformnya dan pekerjaannya bersama Unicef sebagai duta besar. Menurut saya, dia adalah salah satu keindahan terbesar di zaman kita, tidak hanya di luar tetapi di dalam. Ketika kami bertemu, saya langsung tersadar oleh kecerdasan, antusiasme, dan keasliannya. ”

    MJ Day menambahkan, ia dan Halima Aden memiliki gagasan yang sama. “Kami berdua percaya cita-cita kecantikan begitu luas dan subyektif. Kita berdua tahu bahwa wanita sering dianggap sebagai satu cara atau satu hal berdasarkan pada penampilan mereka atau apa yang mereka kenakan. Entah Anda merasa paling cantik dan percaya diri dengan mengenakan burkini atau bikini, Anda sangat berharga,” tandasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.