Ibu Rumah Tangga Paling Sering Curhat Soal Suami

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tersenyum bersama teman. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tersenyum bersama teman. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu rumah tangga kerap membangun komunitas dengan orang-orang sekitar. Komunitas tersebut tak hanya untuk saling membantu dengan pekerjaan sehari-hari, namun juga sebagai tempat atau wadah untuk curhat atau mengungkapkan perasaan yang sedang dirasakan.

    Baca juga: Tips Belanja Online untuk Ibu Rumah Tangga

    Pendiri Institut Ibu Profesional sebuah komunitas ibu rumah tangga, Septi Peni Wulandani mengatakan ada dua hal yang paling sering menjadi bahan curhat para ibu rumah tangga, yaitu suami masing-masing.  “Ngerumpi soal suami itu yang pertama. Tapi saya selalu menekankan kalau kita tidak boleh mengatakan hal jelek mengenai orang yang tidak ada di depan kita. Kalau mau sekalian ajak suaminya,” kata Septi Peni Wulandani, di Acara Inspirasi Perempuan untuk Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu 24 April 2019.

    Kedua, ibu rumah tangga juga sering curhat mengenai eksistensi diri. “Merasa aku sudah kuliah tinggi-tinggi terus di rumah. Mungkin dulu saat kuliah keren gitu, terus sekarang di rumah mau ngapain,” lanjut Septi.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Septi Peni Wulandani, ibu rumah tangga bisa mengubah perasaan tersebut tanpa harus keluar dari rumah. Banyak sekali hal yang bisa dilakukan ibu rumah tangga, terutama dalam bentuk kolaborasi dan komunitas.

    Biasanya ibu rumah tangga merasa stres karena merasa saat mereka harus bisa mengerjakan semuanya. Padahal bisa belajar atau minta bantuan dari orang lain. Ibu rumah tangga pun tidak harus semua pintar masak, dan tidak harus semua pintar mengatur uang.

    Septi mengingatkan ibu rumah tangga harus bisa mengakui kalau mereka tidak bisa melakukan segalanya. Dari pengakuan tersebut, mereka bisa belajar dari ibu lain yang mungkin lebih ahli di bidang tersebut. Semua ibu rumah tangga pasti memiliki keahlian masing-masing. Dengan Membagi ilmunya ke orang lain bisa menjadi cara untuk menghilangkan perasaan sedih mengenai eksistensi diri.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.