Juragan Sambal Berbagi Tips Perut Aman Makan Pedas Selama Puasa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aneka menu sambal di Waroeng Spesial.Sambal SS. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Aneka menu sambal di Waroeng Spesial.Sambal SS. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebagian orang mengindari makanan pedas atau sambal selama puasa Ramadan. Mereka tak mau ambil risiko perut bermasalah karena makan makanan pedas saat puasa sepanjang hari.

    Baca: Cabai Bisa Juga untuk Penyembuh Luka?

    Juragan sambal Yoyok Hery Wahyono berbagi tips agar hobi makan pakai sambal dan puasa sama-sama berjalan di bulan Ramadan. Pendiri sekaligus pemilik Waroeng Spesial Sambal atau Waroeng SS ini punya cara sendiri agar tetap aman dan nikmat mengkonsumsi makanan pedas saat sahur dan berbuka puasa.

    "Kalau saya memang tak bisa makan kalau tidak pakai sambal. Saat sahur dan berbuka, saya tetap makan dengan sambal," kata Yoyok di Yogyakarta, Minggu 21 April 2019. Yoyok yang kini memiliki 89 outlet di Indonesia itu menceritakan kebiasaannya makan sambal saat sahur dan berbuka.

    Pendiri dan pemilik Waroeng SS Yoyok Hery Wahyono. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Pertama, dimulai dari bangun tidur laluminum air ditambah pesaran jeruk atau lemon hangat. Selang 10 sampai 15 menit kemudian, Yoyok Hery Wahyono lanjut dengan menyantap buah-buahan. "Ini sebagai fondasi sebelum makan nasi dan lauk serta sambal favorit," kata dia.

    Baca juga: Di Warung Ini, Menu Sambal pun Ikut Berkompetisi

    Beberapa saat seusai makan buah, Yoyok baru menyantap menu utama dengan berbagai variasi sambal pilihannya. "Dengan cara ini, saya tak pernah mengalami gangguan kesehatan meski sahur juga makan pakai sambal," ujar Yoyok seraya menjelaskan di Warung SS tersedia 32 jenis sambal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.