6 Penyebab Sulit Meninggalkan Hubungan yang Tidak Sehat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berpisah dengan seseorang yang pernah Anda sayangi tidak akan pernah mudah. Tetapi ketika harus meninggalkan hubungan yang tidak sehat, itu bisa terasa lebih sulit. Terlepas dari rasa sedih karena harus putus ada hal-hal lain yang terjadi,  termasuk masalah dengan harga diri, dan sebagainya.

    Baca juga: Belajar dari Khloe Kardashian, Cara Memutuskan Hubungan Tak Sehat

    Menurut terapis LGMFT, Jordan Madison hal yang wajar jika harus berjuang memutuskan untuk meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Ada begitu banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Namun, tidak perlu untuk tetap terjebak selamanya. Anda bisa mulai melakukan terapi, atau melakukan untuk diri sendiri, seperti meluangkan waktu ke gym atau hobi.

    Melansir laman Bustle, ada beberapa alasan mengapa meninggalkan hubungan yang tidak sehat bisa sangat sulit, menurut para ahli.

    #1. Harga diri Anda diremehkan
    Jika Anda telah diremehkan oleh pasangan tentu hal ini semakin sulit. "Harga diri yang rendah menyebabkan orang tetap bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena dapat menyebabkan orang itu percaya tidak ada orang lain yang menginginkannya,” kata Madison. Namun, ketika Anda akan mulai melihat dalam terapi - atau dengan membangun kepercayaan diri Anda - itu tidak terjadi.

    #2. Mencoba ingin dimengerti
    "Salah satu alasan mengapa orang tetap berada dalam hubungan yang tidak sehat adalah karena mereka ingin memahami dan menerima orang lain apa adanya," ahli kencan Lydia Kociub, kepada Bustle. Setiap orang ingin dicintai tanpa syarat, jadi kadang kita memaksakan diri untuk melakukan itu untuk orang lain bahkan ketika itu bukan hal terbaik bagi kita. Sangat penting untuk mengenali kapan hubungan tidak lagi sehat, dan beranikan diri untuk berpisah.

    #3. Senang memperbaiki sesuatu
    Hubungan yang tidak sehat membutuhkan banyak usaha dan kesabaran untuk mempertahankan. "Anda benar-benar percaya bahwa jika Anda mencintai pasangan Anda dan jika Anda memberi cukup kesempatan sehingga [mereka] akan berhenti melakukan hal-hal yang tidak sehat, yang menghancurkan hubungan Anda," kata penulis hubungan Cindi Sansone-Braff.

    Namun ini bukan cara yang terbaik. Tidak apa-apa untuk memutuskan sudah waktunya berpisah. Setelah melakukannya, Anda akan dapat melihat ada hal-hal lain dalam hidup yang dapat memberikan makna, selain mencoba memperbaiki hubungan.

    #4. Berharap keadaan membaik
    Anda terus mengatakan pada diri sendiri, segalanya akan menjadi lebih baik setelah mendiskusikan masalah dengan pasangan. “Dan Anda berpegang teguh pada harapan bahwa segalanya akan baik lagi," kata Sansone-Braff. Tapi, yang sering terjadi pasangan tidak pernah berubah setelah berdiskusi, apalagi membaik.

    #5. Pola asuh keluarga yang tidak sehat
    Jika merasa sulit untuk menjauh dari hubungan yang tidak sehat, mungkin karena Anda sudah terbiasa dengan drama. “Anda mungkin merasakan perasaan tenang dalam kekacauan jika itu memiliki beberapa kesamaan dengan masa kecil kita dan / atau hubungan antara kita dan orang tua kita," kata psikoterapis Shirin Peykar, LMFT.

    #6. Takut hidup sendiri
    Bagi sebagian orang, memiliki hubungan yang tidak sehat lebih baik daripada tidak memiliki hubungan sama sekali. "Mereka lebih suka tidak bahagia, dan dengan pasangan, daripada sendirian,” kata Madison Kekhawatiran ini bisa mulai memudar, saat Anda berupaya meningkatkan harga diri Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.