Pesan Menlu Retno Marsudi di Hari Kartini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selalu menyempatkan jalan-jalan dan bersepeda saat ke luar negeri/Instagram -Retno Marsudi

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selalu menyempatkan jalan-jalan dan bersepeda saat ke luar negeri/Instagram -Retno Marsudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengikuti aktivitas Hari Bebas Kendaraan di Hari Kartini, Minggu, 21 April 2019. Bersama suaminya, Agus Marsudi, Retno jalan pagi di kawasan Sudirman-Thamrin. Dia melihat masyarakat melakukan berbagai aktivitas di Hari Bebas Kendaraan, dari jogging, bersepeda, bernyanyi, belanja, dan lain-lain.

     “Keceriaan itu tidak saja dinikmati kaum laki-laki, namun juga kaum perempuan. Itulah yang dinamakan kebebasan dalam perdamaian,” tulis Retno Marsudi di Instagram.

    Baca juga:
    Hari Kartini, Menlu Retno Marsudi: Suami Saya Malaikat

    Dia mengatakan kebebasan bersama, juga kesetaraan gender atau persamaan, menjadi nilai yang diperjuangkan R.A Kartini. Retno merasa kalau kebebasan dan persamaan ini memiliki peran besar untuk membangun bangsa Indonesia.

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. TEMPO/Mardiyah Chamim

    “Kebebasan dan persamaan merupakan modal awal bagi kemajuan perempuan Indonesia. Maju bersama, beriringan dengan kaum laki-laki, membangun bangsa Indonesia. Indonesia yang damai. Indonesia yang majemuk, Indonesia yang bersatu kokoh dan Indonesia yang makmur untuk semua,” lanjut Retno Marsudi.

    Wanita yang menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia berharap kalau perempuan dan laki-laki di Indonesia bisa sama-sama membangun Indonesia dengan damai.

    “Mari kita terus pelihara semangat perjuangan Kartini bagi kemajuan perempuan Indonesia,” tulisnya. 

    Tahun 2018, Retno Marsudi juga merayakan Hari Kartini saat Hari Bebas Kendaraan. Dia pernah mengikuti ajang Lomba Lari Kartini Run 2018 di daerah Monas, Jakarta Pusat.

    Artikel lain:
    Sri Mulyani dan Retno Marsudi, Reuni Sesama SMA 3 Semarang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.