Warna-warni Gaya Hijab Tessa Mariska

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya hijab Tessa Mariska. Instagram/@tessamariska81

    Gaya hijab Tessa Mariska. Instagram/@tessamariska81

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Tessa Mariska memiliki gaya hijab yang unik dan penuh warna. Wanita yang akhir-akhir ini menarik perhatian karena perdebatannya dengan Nikita Mirzani selalu menggunakan hijab warna-warni dengan desain yang menarik.

    Baca juga: Tessa Mariska Mengaku Takut Diinjak Lehernya oleh Nikita Mirzani

    Di Instagram-nya, Tessa Mariska terlihat memiliki dua gaya hijab andalan dan juga motif warna-warni yang bisa menjadi inspirasi di musim semi ini.

    #1. Bunga-bunga
    Gaya hijab Tessa Mariska. Instagram/@tessamariska81

    Dengan gaya hijab model segi empat yang simpel, Tessa Mariska tetap terlihat warna warni dengan motif bunga-bunga. Tessa Mariska sering terlihat menggunakan warna-warna pastel yang halus, seperti biru dan merah, yang dipadukan dengan warna monokrom hitam dan putih. Motif bunga-bunga di hijab membuat penampilan terlihat manis dan segar.

    #2. PolosGaya hijab Tessa Mariska. Instagram/@tessamariska81

    Tessa Mariska juga sering terlihat menggunakan gaya turban sebagai gaya hijabnya. Namun, dia tetap menggunakan warna-warna yang sesuai dengan warna baju untuk menghiasi hijabnya. Contohnya, saat menggunakan busana berwarna merah dan emas dia juga akan menggunakan hijab berwarna merah dan emas.

    #3. Tabrak motifGaya hijab Tessa Mariska. Instagram/@tessamariska81

    Gaya tabrak motif memang menjadi tren terbaru tahun ini. Tessa Mariska mengaplikasikan gaya tersebut dengan hijabnya, menggunakan motif musim semi seperti kupu-kupu atau bunga dan memadukannya dengan motif kotak-kotak. Tips untuk melakukan gaya tabrak motif adalah untuk menemukan satu warna yang sama dari kedua motif tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.