Iriana Jokowi Terjungkal Saat Salaman Kampanye, Kuatkan Kuda-kuda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, bersama istrinya, Iriana, menunjukkan 'Salam Jempol' saat berkampanye di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, 26 Maret 2019.  Agus Suparto

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, bersama istrinya, Iriana, menunjukkan 'Salam Jempol' saat berkampanye di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, 26 Maret 2019. Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu negara Iriana Jokowi terjungkal saat menyalami pendukung Joko Widodo di atas panggung kampanye akbar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis, 28 Maret 2019.

    Baca: Sempat Terjungkal, TKN: Ibu Iriana Tetap Dampingi Jokowi Kampanye

    Saat meladeni permintaan bersamalam itu, Iriana Widodo dalam posisi berjongkok. Namun lantaran tangan tertarik oleh sejumlah pendukung, Iriana Jokowi kehilangan keseimbangan sampai tubuhnya terjatuh ke belakang dalam posisi hampir rebah di atas panggung. Iriana Jokowi langsung berusaha bangkit dan dua orang pasukan pengamanan presiden berlari menuju panggung untuk membantunya.

    Menyambut ajakan untuk bersalaman mencerminkan figur publik yang bersedia membuat koneksi dengan orang lain. Hanya saja, perlu diperhatikan bagaimana teknik bersalaman yang tepat dan aman, terutama jika dilakukan dengan banyak orang di waktu bersamaan. Mengutip laman First Impressions HQ, berikut cara yang dianjurkan bagi figur publik saat meladeni permintaan bersalaman dari publik.

    ADVERTISEMENT

    Cara bersalaman yang baik adalah dengan mendekatkan siku ke tubuh. Jangan membiarkan tangan maju terlalu jauh dari tubuh. Posisi ini juga menunjukkan kedekatan dan rasa percaya diri. Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan orang yang bersalaman dengan Anda. Kontak mata dan tangan yang saling bersentuhan membuat koneksi di antara keduanya. Mencerminkan kedekatan dan kepercayaan.

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan) menyapa pedagang saat kegiatan peresmian Pasar Badung di Denpasar, Bali, Jumat, 22 Maret 2019. Pasar tradisional yang direvitalisasi pasca-terbakar pada tahun 2016 tersebut mampu menampung 1.698 pedagang. ANTARA/Fikri Yusuf

    Perhatikan juga posisi tubuh saat meladeni permintaan bersalaman secara bersamaan. Jika tubuh dalam keadaan berdiri, sebaiknya dalam posisi tegap. Hindari mencondongkan tubuh ke depan atau ke samping karena berpotensi kehilangan keseimbangan. Apabila melayani jabat tangan dalam posisi berjongkok, maka posisi kuda-kuda kaki hatus kuat menopang tubuh dan tarikan tangan yang mungkin terjadi.

    Baca juga: Jokowi Rangkul Iriana Nyanyi Bareng God Bless

    Saat meladeni jabat tangan, pastikan situasi orang-orang yang meminta bersalaman tetap dekat agar terhindar dari tangan yang berusaha menjabat lalu tanpa sengaja menarik karena posisinya cukup jauh. Jika suasana bersalaman sudah terlalu padat dan tak kondusif, segera tarik tangan dan tubuh menjauh karena bisa berbahaya untuk keselamatan diri. Jangan lupa, pakai busana dan alas kaki yang nyaman saat hendak melayani ajakan masyarakat untuk bersalaman.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.