Tasya Kamila ke Anak Pertamanya, Ada Cerita Terbang 65 Jam

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Kamila dan pasangannya Randi Bachtiar saat berbulan madu di Santorini, Yunani. Latar belakang tampak atap biru khas bangunan setempat. (Instagram @tasyakamilla)

    Tasya Kamila dan pasangannya Randi Bachtiar saat berbulan madu di Santorini, Yunani. Latar belakang tampak atap biru khas bangunan setempat. (Instagram @tasyakamilla)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Tasya Kamila sedang hamil anak pertama. Kini, usia kandungan sudah memasuki minggu ke-32.

    Baca: Hamil Anak Pertama, Tasya Kamila Konsultasi pada Ibu dan Mertua

    Setelah menikah dengan Randi Bachtiar pada 5 Agustus 2018, Tasya Kamila mengatakan tidak menyangka akan mendapat anugerah kehamilan secepat ini. Di Instagram, Tasya Kamila menceritakan pengalaman selama hamil sekaligus harapan untuk bayi dalam kandungannya.

    "Sudah masuk 32 pekan kehamilan. Tidak bisa terbang naik pesawat, mulai mengurangi aktivitas sampai nanti melahirkan dan akhirnya ke mana-mana bawa baby," tulis Tasya Kamila di keterangan foto diri sedang melakukan pemotretan di studio dengan gaun putih yang cantik.

    Tasya Kamila menceritakan selama hamil anak pertamanya ini, dia sudah terbang ke Batam, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Jember, Malang, Aceh, Solo, Lampung, Jambi, Bali, Bangkok, Singapura, dan Sydney. Total perjalanan udara yang sudah ditempuh sekitar 65 jam.

    Baca juga: Trimester 1 Kehamilan Tasya Kamila, Ngidam Buah dan Suka Pedas

    Tasya Kamila berharap anaknya kelak juga memiliki banyak kesempatan untuk bepergian ke berbagai tempat. "Semoga sampai anakku besar nanti, dia juga banyak mendapat kesempatan untuk travelling, menyebarkan kebaikan dan membawa manfaat, seperti selama ini dia ikut aku di dalam perut," tulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.