Alasan Alya Rohali Pilih Memfasilitasi Mimpi Ketiga Putrinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alya Rohali, Putri Indonesia tahun 1996, di acara LazTalk x Miss Universe di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Maret 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

    Alya Rohali, Putri Indonesia tahun 1996, di acara LazTalk x Miss Universe di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Maret 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Putri Indonesia Alya Rohali dianugerahi tiga putri dengan jarak usia yang berbeda-beda. Namira Adjani Ramadina merupakan mahasiswi semester II Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kemudian Diarra Anissa Rachbini berusia 11 tahun. Sedangkan, putri ketiganya, Savannah Nadja Rachbini, baru berusia 8 tahun.

    Sebagai ibu dari tiga putri, Alya Rohali mengaku punya tantangan tersendiri. “Ketiga anak saya berbeda-beda karakternya. Saya enggak bisa treat Diarra seperti Anjani, atau Anjani dengan Savannah. Itu tantangan bagi saya, kadang saya suka khilaf menyamaratakan ketiganya. Jadi, saya harus benar-benar mengenal personality setiap anak dan adjusting how to take care,” jelas Alya.

    Artikel lain:
    3 Tips Mengenalkan Politik pada Anak

    Dia pun mencontohkan ada peraturan yang berbeda buat setiap putrinya karena pertimbangan pendidikan. “Misalnya dulu sama Anjani, saya strict gadget hanya di akhir pekan dan pada usia tertentu. Tapi susahnya sekarang di sekolah anak-anak dituntut melakukan browsing. Contohnya Dyara, mereka harus browsing dan gadget salah satu medianya. Jadi, ada perbedaan pemakaian gadget yang lebih awal di Dyara dengan pengawasan yang sama sewaktu Anjani,” tutur Putri Indonesia 1996 ini. 

    Alya Rohali. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Alya pun menceritakan selalu berupaya kembali ke rumah sebelum waktu salat Magrib, saat berada di luar. Dia memang membatasi diri dengan kesibukan di dunia hiburan. Hanya sesekali  menerima pekerjaan presenter, pembicara, ataupun bintang tamu. Bila ada tawaran film atapun sinetron yang masuk, Alya tetap tidak tergiur.

    “Saya sekarang notaris, banyak berkiprah di bidang hukum. Sudah lewat masa saya di dunia hiburan. Saya udah cukup jungkir baliknya. Sekarang waktunya saya memfasilitasi anak-anak meraih mimpi. Kalo Magrib sudah di rumah, jadi punya banyak kesempatan ngobrol dengan mereka," imbuh Alya. 

    Lebih lanjut dia menceritakan, "Contohnya lagi, Diarra kan sudah mulai ABG (Anak Baru Gede). Mulai ngalamin masa anak gadis beranjak merajuk, gejala Premenstrual Sindrome (PMS), meskipun dia belum menstruasi. Begitu pula nanti dengan Savannah. Buat saya masa-masa itu menyenangkan dan arti kebahagiaan menjadi ibu."

    Baca juga:
    Peran Ibu dalam Membentuk Pola Makan Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Terjun Ke Platform Game Dengan Stadia

    Phil Harrison memperkenalkan platform game milik Google yang diberi nama Stadia pada acara Game Developer Conference. Seperti apakah layanan baru itu?