5 Hal Soal Miss V: Urusan Toilet Umum, Sabun, sampai CD Berenda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bau tak sedap di area miss v. tabloidbintang.com

    Ilustrasi bau tak sedap di area miss v. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap perempuan harus menjaga area kewanitaan mereka. Jika daerah Miss V terasa nyaman, maka aktivitas apapun yang dilakukan akan terasa menyenangkan.

    Baca: Tips Menjaga Kesehatan Miss V dari Dokter Sonia Wibisono

    Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dinda Derdameisya mengatakan menjaga kebersihan area kewanitaan bukan perkara rumit. Hanya saja, terkadang pemahaman orang kerap keliru tentang kebutuhan Miss V, dan pada akhirnya malah membuat tidak nyaman. Berikut ini penjelasan Dinda Derdameisya perihal Miss V yang sering salah kaprah:

    1. Penggunaan air di toilet umum
    Dinda Derdameisya menyarankan membasuh area kewanitaan dengan air bersih. "Bila berada di toilet umum, gunakan air dari pancuran atau kran, bukan dari air yang sudah di dalam wadah," kata dia di acara peluncuran Andalan Feminine Care di Kaum Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 13 Maret 2019.

    2. Cara menyeka Miss V
    Dinda Derdameisya mengingatkan agar setiap perempuan memperhatikan cara menyeka area kewanitaan. "Arah sekanya dari atas ke bawah, jangan dari bawah ke atas," ucap dia. Tujuannya, agar bakteri atau kuman yang mungkin ada di anus tidak terbawa masuk ke dalam liang vagina. Setelah dibersihkan, segera keringkan dengan handuk atau tisu tanpa wewangian.

    3. Penggunaan sabun bayi
    Orang kerap menganggap sabun bayi baik untuk kulit orang dewasa, terutama area Miss V karena kandungannya lebih lembut dan aman. Padahal, pemahaman itu sejatinya keliru. Dinda Derdameisya mengingatkan hindari pengunaan sabun bayi untuk area kewanitaan karena berbeda tingkat keasamannya.

    Baca juga:
    Ubi dan 5 Makanan Lain yang Bermanfaat untuk Kesehatan Miss V

    “Untuk area kewanitaan dibutuhkan pH balance sekitar antara 3,5 - 4,9. Karena vagina itu asam sifatnya. Sementara sabun bayi itu pH balance-nya mencapai 9 - 12. Basa sifatnya," kata dia. "Bukan berarti sabun itu baik untuk bayi, maka kandungan itu yang dibutuhkan area kewanitaan kita.”

    4. Ganti pakaian dalam
    Ganti pakaian dalam minimal dua kali sehari. Terlebih bagi yang aktif berolahraga atau mudah berkeringat, disarankan langsung mengganti pakaian dalam seusai kegiatan. Disarankan menggunakan pakaian dalam dari bahan katun dan tidak terlalu ketat agar tercipta sirkulasi udara yang baik di sekitar area kewanitaan.

    5. CD berenda atau CD bahan katun biasa
    Dinda Derdameisya mengatakan pemilihan celana dalam berenda ataupun yang biasa tergantung kenyamanan masing-masing orang. "Kalau ada yang senang pakai celana dalam berenda dan tidak menimbulkan efek iritasi atapun gatal di area kewanitaan atau Miss V, lanjutkan saja pemakaiannya. Bukan berarti kalau di saya tidak cocok, di kamu juga begitu. Sama seperti pemakaian produk makeup, ada yang cocok dan tidak," ucap dia. Yang penting adalah tetap menjaga kebersihan dan rutin mengganti pakaian dalam.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.