Ketika Marissa Nasution Curhat soal Tubuh setelah Melahirkan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marissa Nasution. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Marissa Nasution. TEMPO | Astari P. Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Marissa Nasution melahirkan Alaia Moanayang, anak pertamanya dengan Benedikt Brueggemann, pada 28 Mei 2018. Walaupun anaknya sudah berusia hampir satu tahun, Marissa merasa kalau dia masih memiliki kesulitan untuk merasa percaya diri dengan tubuhnya setelah melahirkan.

    Beberapa hari yang lalu, ia menerima banyak komentar negatif dari warganet di Instagram. Saat menunjukkan sebuah video sedang bermain bersama putrinya di pantai di Pulau Bintan, Jumat, 6 Maret 2019, Marissa menerima banyak kritik mengenai baju renang yang dipakai.

    Baca juga:
    Bayi Marissa Nasution: Si Bule Batak dari Hidung dan Suara

    Banyak yang memberi komentar kalau baju renang tersebut terlalu terbuka di bagian dada. Marissa akhirnya curhat mengenai perasaan dia tentang tubuhnya setelah melahirkan.

    Presenter Marissa Nasution memberikan klarifikasi soal komentar netizen yang menyebutnya tidak sopan lantaran menggunakan baju renang di pantai, Jumay, 8 September 2019.

    “Saya memiliki kesulitan dengan tubuh setelah melahirkan. Apakah saya mendapatkan body shaming? Selalu! Apakah ini memiliki dampak pada saya? Selalu,” tulis Marissa di Instagram.

    Dia juga menjelaskan kalau fokus dari video tersebut seharusnya pada anaknya yang sedang belajar jalan, bukan ke payudaranya.

    Artikel lain:
    Marissa Nasution Mengaku Berubah sejak Jadi Ibu, Seperti Apa?

    Marissa mengatakan kalau wanita seharusnya perlu mengikuti standar orang lain dengan penampilan sehari-hari. Walaupun pada akhirnya ia hanya bisa menertawakan komentar-komentar negatif netizen mengenai tubuhnya, Marissa masih merasa kesal dengan warganet yang terus mengkritik pakaian atau penampilan orang lain.

    “Kalian memiliki lebih banyak masalah daripada payudara saya,” lanjut Marissa.

    Dia berharap kalau wanita tidak akan terus dikritik atau terus dihakimi dari penampilannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.