Hari Perempuan Internasional, Eva Kusuma Sundari Sorot Pendidikan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari. Tempo/Tony hartawan

    Anggota DPR RI fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari. Tempo/Tony hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Perempuan Internasional diperingati pada hari ini, 8 Maret 2019. Ini menjadi momentum untuk mengulas kembali berbagai isu yang dihadapi perempuan, khususnya wanita Indonesia.

    Baca: Hari Perempuan Internasional, Rahayu Saraswati Bicara Ibu Bekerja

    Anggota DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan salah satu tantangan terbesar perempuan Indonesia adalah pendidikan. “Saya khawatir dengan sistem pendidikan sekarang karena tidak membuat murid berpikir kritis,” kata Eva Kusuma Sundari di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Rabu 6 Maret 2019.

    Dengan sistem pendidikan yang tidak membuat murid berpikir kritis, menurut dia, maka penyebaran berita bohong atau hoax semakin besar. Perempuan di Indonesia tak luput menjadi korban dari berita-berita yang tidak benar. “Kita harus melakukan sesuatu dengan sistem pendidikan ini agar generasi ke depan tidak mudah dimanipulasi,” ucap Eva.

    Menurut dia, perempuan yang tidak berpikir kritis akan menghadapi banyak masalah, termasuk menyudutkan perempuan lain dan tidak mendukung kesetaraan gender. Eva Kusuma Sundari menilai akar dari kekeliruan tersebut adalah kurangnya pendidikan atau pengetahuan yang membuat muridnya berpikir kritis.

    Artikel terkait: Hari Perempuan Internasional: Bergerak untuk Peradaban Setara

    Eva Kusuma Sundari berharap semakin banyak perempuan yang terjun ke dunia politik. Dengan begitu, sesama perempuan akan lebih memahami isu-isu kaumnya dan bisa menjadi perwakilan yang baik untuk perempuan lain. Dia berharap dengan semakin banyak perempuan yang mengerti mengenai persoalan yang ada, maka perubahan akan semakin cepat terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.