Olga Ladyzhenskaya, Google Doodle Perempuan Ahli Matematika

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olga Ladyzhenskaya. Google

    Olga Ladyzhenskaya. Google

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Doodle hari ini menampilkan seorang tokoh di bidang matematika, Olga Ladyzhenskaya. Perempuan asal Rusia ini lahir pada 7 Maret 1922 dan meninggal pada 12 Januari 2004.

    Olga Ladyzhenskaya bersentuhan dengan dunia matematika dan menyukai pelajaran aljabar karena ayahnya, Aleksandr Ivanovich Ladyzhenskii, adalah seorang guru matematika di Kologriv, Rusia. Namun situasi politik yang bergejolak membuat ayah Olga Ladyzhenskaya ditangkap dan dibunuh. Saat itu usianya 15 tahun.

    Lambat laun seluruh anggota keluarganya dieksekusi, dan tinggallah Olga Ladyzhenskaya seorang diri. Dia harus bertahan hidup dengan menjual apapun yang dimiliki keluarganya. Untungnya, Olga Aleksandrovna Ladyzhenskaya dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah. Dia memanfaatkan ilmunya untuk mengajar matematika dan mendapat penghasilan dari sana.

    Hanya saja, cita-cita Olga Ladyzhenskaya untuk mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi bukan perkara mudah untuk diwujudkan. Dia dilarang masuk Universitas Leningrad, Rusia. Olga Ladyzhenskaya tak patah semangat. Pada tahun 1943 atau di usia 21 tahun, dia resmi menjadi mahasiswa di Moscow State University.

    Olga Ladyzhenskaya. Wikipedia

    Di sana, Olga Ladyzhenskaya belajar dari ahli matematika Ivan Georgievich Petrovsky. Dia kemudian menghasilkan karya persamaan diferensial parsial dan dinamika fluida. Masih berkaitan dengan latar belakang keluarga yang dianggap berbahaya oleh penguasa Rusia pada saat itu, Olga Ladyzhenskaya baru bisa mempresentasikan tesis dan meraih gelar doktor setelah pemimpin partai komunis Rusia, Joseph Stalin meninggal pada 1953.

    Olga Ladyzhenskaya lantas mengajar di Universitas Leningrad -kampus yang dulu menolaknya, dan di Steklov Institute. Pada 2002, Olga Ladyzhenskaya meraih Medali Emas Lomonosov untuk prestasi yang luar biasa di bidang matematika. Dia meninggal di St Petersburg pada 12 Januari 2004 di usia 81.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.