Kenali Penyebab Gangguan Makan dan Cara Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lapar. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita lapar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan makan merupakan kondisi di mana Anda tidak makan saat merasa lapar, tidak berhenti makan ketika sudah kenyang, atau Anda merasa kenyang saat tidak makan. Semua kondisi yang bertolak belakang dengan situasi metabolisme tubuh sehat pada manusia.

    Baca juga: 9 Mitos dan Fakta soal Kelainan Makan

    Menurut psikolog klinis, Tara De Thouars jika ketiga fungsi itu sudah tak beraturan maka terjadi sesuatu. "Kemudian akan diteliti sesuatu ini apakah sudah menganggu fungsi keseharian atau tidak. Kalau itu masuk kategori menganggu berarti sudah masuk gangguan makan atau eating disorder dan sebaiknya segera terapi,” jelas ujar Tara dalam acara In Relationship with My Body: Peran DNA dalam Mewujudkan Tubuh Idealmu di The Hook, Jakarta Selatan, belum lama ini. 

    Lebih lanjut Tara menjelaskan, anoreksia, bulimia, dan bitchy eating termasuk ke dalam kategori gangguan makan atau eating disorder. “Anoreksia adalah kondisi dengan sengaja melaparkan diri, saking dia takut gemuknya. Jadi dia menolak makanan masuk dari tubuh, beratnya pun jadi underweight. Penyebabnya kompleks dari sisi kepribadian, pola pikir, dan lingkungan. Kalo dari sisi lingkungan, dia pernah ada sejarah bullying dan trauma terhadap tubuh di masa kecilnya,” ucap Tara.

    Sedangkan bulimia identik dengan tuntutan besar ke diri sendiri untuk tampil selalu kurus. “Penderita bulimia bisa makan apapun, tapi usai itu feeling guilty. Akhirnya dia kompensasikan saat itu juga dengan memuntahkan makanan, mencokok, atau minum obat pencahar secara berlebihan. Pemicunya adalah faktor traumatik dan kontrol diri yang buruk,” kata Tara.

    Lebih lanjut dia menjelaskan, “Bitch eating itu makan banyak dalam waktu singkat tanpa disadarinya. Misalnya, kita makan pizza satu slice, dia bisa makan dua loyang. Biasanya disebabkan konflik tubuh dan makanannya sangat tinggi disertai kontrol diri yang rendah pula.”

    Tara menilai ada peran pola asuh yang mempengaruhi kondisi gangguan makan. Jika  orang tuanya punya gangguan makan, kecenderungan anaknya juga ada. "Kalau orang tuanya bulimia bisa jadi anaknya bulimia juga atau yang parahnya terkena anoreksia. Karena dia belajar dari orang tuanya. Contoh lainnya ada orang tua yang concern dengan bentuk tubuh si anak, bukan kesehatannya. Jadi, dia sering bilang kamu jangan gemuk, ya. Tertanam di pikiran anak kalo cantik itu harus kurus. Akhirnya anaknya jadi obsessed kurus tanpa memperhatikan faktor pola makan sehat untuk kelangsungan hidupnya,” tuturnya. 

    Artikel lain: 5 Gangguan Makan yang Masih Asing di Telinga

    Para penderita gangguan makan bisa sembuh dengan terapi secara rutin. Berdasarkan penelitian terapi penyembuhan anoreksia bisa berlangsung selama tujuh tahun tanpa jeda karena pengaruh faktor kepribadian yang kuat. Sementara, terapi bulimia dan bitch eating lebih singkat. Berdasarkan pengalaman saya, bulimia sekitar empat sesi pertemuan sudah mulai menurun intensitasnya, tidak bisa langsung berubah. "Begitu pula dengan bitch eating,” tukas Tara.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.