Meisya Siregar jadi Menteri Keuangan di Rumah, Ini Aturannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meisya Siregar saat menghadiri peluncuran asuransi pendidikan EduPlan di Kaum, Jakarta Pusat, Kamis 14 Februari 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

    Meisya Siregar saat menghadiri peluncuran asuransi pendidikan EduPlan di Kaum, Jakarta Pusat, Kamis 14 Februari 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

    TEMPO.CO, Jakarta – Meisya Siregar termasuk selebriti yang memiliki aktivitas cukup padat setiap hari. Tak hanya aktivitas di dunia hiburan, ia juga mengelola bisnis kuliner dan mengurus keluarga, termasuk soal mengelola keuangan.

    Baca juga: Trik Meisya Siregar Kaftan Lama Jadi Baru untuk Dipakai Lebaran

    Meisya Siregar mengatakan ia dan sang suami sudah menyiapkan rencana keuangan untuk masa depan. “Dari awal mau nikah dengan Bebi, aku sudah tanya tentang ke dia financial plan rumah tangga ke depannya. Ini beda dengan matre, ya. Kalau matre itu bagaimana caranya dapat materi dengan cara shortcut. Tapi kalau kita menyusun financial plan itu namanya mempersiapkan impian bersama, bukan matre,” ungkap Meisya Siregar saat ditemui di Kaum, Jakarta Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

    Dalam mengatur keuangan keluarga, istri Bebi Romeo ini menganggap dirinya sebagai menteri keuangan. “Kalau di rumah menteri keuangan, aku dong. Ketika ada spending atau income, kami berdua diskusikan bareng-bareng. Ada pos-pos wajib yang diisi dan tidak boleh diutak-atik isinya,” kata wanita 39 tahun ini.  

    ADVERTISEMENT

    Ibu dari tiga anak ini menerapkan pengelolaan keuangan yang utama untuk masa depan anak, termasuk asuransi pendidikan ataupun kesehatan. “Anak-anakku masih panjang jalan pendidikannya. Syabila masih 13 tahun, Louisa kelas 2 SD, dan Bambang baru 2 tahun. Jadi, aku cukup saklek dan disiplin dalam proteksi pendidikan dan kesehatan mereka. Alhamdulillah semua anakku sudah punya asuransi,” ujarnya

    Menurut Meisya Siregar, punya asuransi lebih awal lebih meringankan karena jumlah nominal yang dibayarkan lebih kecil setiap bulannya. “Daripada uang kepakai untuk kebutuhan yang kurang penting, menurut aku lebih baik diposkan untuk masa depan anak. Amit-amit nih, bila terjadi risiko yang tidak diinginkan pada aku atau Bebi, mereka sudah ter-cover. Masa depan anak-anak jadi goals kehidupan kami berdua,” tandasnya.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.