Bobot Nilai Terbesar Miss Indonesia Justru Bukan di Acara Final

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Finalis Miss Indonesia 2019 dari 34 provinsi di MNC Studios, Jakarta Barat, Rabu 6 Februari 2019. TEMPO | Silvy Riana Putri

    Finalis Miss Indonesia 2019 dari 34 provinsi di MNC Studios, Jakarta Barat, Rabu 6 Februari 2019. TEMPO | Silvy Riana Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajang pemilihan Miss Indonesia 2019 segera digelar. Malam puncak Miss Indonesia 2019 dilaksanakan pada Jumat, 15 Februari 2019 di MNC Studios. Miss World 2018 Vanessa Ponce dijadwalkan hadir pada malam penobatan Miss Indonesia 2019 itu.

    Baca: Gara-gara Miss Indonesia, Miss World 2017 Ingin ke Bali

    Tahun 2019 merupakan tahun ke-15 penyelenggaraan Miss Indonesia. Proses penyaringan peserta sudah dilakukan di empat kota besar Indonesia dan special city di lima kota sejak September hingga Oktober 2018.

    Saat ini, para peserta dari 34 provinsi di Indonesia sedang menjalani masa karantina mulai tanggal 1 Februari 2019 hingga 15 Februari 2019. Masa karantina di tahun 2019 menjadi spesial dan pembeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    “Bobot penilaian sebelumnya, masa karantina 70 persen, on stage 30 persen. Tahun ini, kami ubah menjadi 80 persen penilaian di masa karantina dan 20 persen on stage," kata Liliana Tanoesoedibjo, Chairwoman Miss Indonesia Organization dan Ketua Dewan Juri Miss Indonesia 2019 saat Konferensi Pers Miss Indonesia 2019 di MNC Studios, Jakarta Barat, Rabu 6 Februari 2019.

    Pertimbangan peningkatan bobot penilaian karantina berangkat dari beragam pembekalan dan kegiatan karantina yang menantang para finalis Miss Indonesia. Pembekalan para peserta Miss Indonesia 2019 antara lain, berbicara di depan publik, pembentukan karakter, cara berperilaku, kelas kecantikan, dan modelling.

    Para peserta juga akan diseleksi dan dinilai melalui fast track dalam kategori beauty with a purpose, nature and beauty, fashion, sport competition, talent show, catwalk, dan social media. Diharapkan dari sederet pembekalan dan penilaian tersebut, para peserta memenuhi kriteria MISS, yaitu Manner, Impressive, Smart, dan Social.

    Liliana Tanoesoedibjo menjelaskan salah satu identitas yang membedakan Miss Indonesia dengan kontes lainnya adalah ajang beauty with a purpose. Poin itu membuat sosok Miss Indonesia tak hanya mengandalkan kecantikan dan kecerdasan, namun juga berdampak positif bagi lingkungannya. "Identitas kami sejalan dengan Miss World yang juga memiliki beauty with a purpose,” kata dia.

    Artikel terkait:
    Misi Miss Indonesia Alya Nurshabrina dengan Beauty With A Purpose


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Terjun Ke Platform Game Dengan Stadia

    Phil Harrison memperkenalkan platform game milik Google yang diberi nama Stadia pada acara Game Developer Conference. Seperti apakah layanan baru itu?